1. Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu
yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau
elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur
mendefinisikan sistem sebagai berikut ini:
Suatu sistem adalah suatu
jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk
menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu. Pendekatan sistem yang
merupakan jaringan kerja dari prosedur lebih menekankan urut-urutan
operasi didalam sistem.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut :
Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Pendekatan sistem yang merupakan kumpulan dari elemen-elemen atau
komponen-komponen atau subsistem-subsistem merupakan definisi yang lebih
luas dan lebih banyak diterima karena pada kenyataannya suatu sistem
terdiri dari beberapa subsitem atau sistem-sistem bagian.
Komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak
dapat berdiri sendiri, semuanya saling berinteraksi dan saling
berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga sasaran sistem dapat
tercapai.
1.1. Karakteristik Sistem
Suatu sistem menpunyai karakteristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu
mempunyai komponen-komponen (components), batas (boundary), lingkungan
luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input),
keluaran (output), pengolah (process), dan sasaran (objectives) atau
tujuan (goal).
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari
sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling
bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau
elemen-elemen sistem dapat berupa subsistem atau bagian-bagian dari
sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu
mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari subsistem untuk menjalankan suatu fungsi
tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem
dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar disebut dengan supra
sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut sebagai suatu sistem
sedang industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut
dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka
perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila
perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah
subsistemnya. Kalau sistem akuntansi dipandang sebagai suatu sistem,
maka perusahaan adalah supra sistem dan industri adalah supra dari supra
sistem.
b. Batas sistem
Batas sistem (boundary)
merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang
lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan
suatu sistem dipasang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem
menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
c. Lingkungan luar sistem
Lingkungan luar
(environment) dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem
yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan
luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian
harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang
merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan
mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
d. Penghubung sistem
Penghubung (interface)
merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem
lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir
dari satu subsistem ke subsistem yang lain. Keluaran (output) dari satu
subsistem akan menjadi satu masukan (input) bagi subsistem yang lain
dan akan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat
berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.
e. Masukan system
Masukan (input) adalah energi
yang dimasukkan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan peralatan
(maintenence input) dan masukan sinyal (signal input). Mantenance input
adalah energi yang diproses agar didapatkan keluaran. Sebagai contoh
didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan
untuk mengoperasikan komputernya sedangkan data adalah signal input
untuk diolah menjadi informasi.
f. Keluaran sistem
Suatu sistem dapat mempunyai
suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu
sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan
yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistem akuntansi akan
mengolah transaksi menjadi laporan keuangan dan laporan-laporan lain
yang dibutuhkan oleh menejemen.
g. Sasaran sistem
Suatu sistem pasti mempunyai
tujuan (goal) atau sasaran (objektif). Kalau sistem tidak mempunyai
sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem
sangat menentukan sekali, masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran
yang akan dihasilkan sistem.
1.2. Klasifikasi system
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang, diantaranya sebagai berikut ini :
a) Sistem abstrak dan sistem fisik.
Sistem
abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak
tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia, yaitu sistem yang berupa
pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan tuhan.
Sistem fisik merupan sistem yang ada secara fisik misalnya sistem komputer, sistem akuntansi dan sistem produksi.
b) Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system).
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, misalnya
sistem perputaran bumi. Sistem buatan manusia adalah sistem yang
dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi
antara manusia dengan mesin disebut dengan human machine system atau ada
yang menyebut dengan man machine system, karena menyangkut penggunaan
komputer yang berinteraksi dengan manusia.
c) Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system).
Sistem tertentu beroperasi tertentu dengan tingkah laku yang sudah
dapat diprediksi. Inteaksi diantara bagian-bagiannya dapat dideteksi
dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem
komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang tingkah lakunya dapat
dipastikan berdasarkan program-program yang dijalankan. Sistem tak tentu
adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena
mengandung unsur probabilitas.
d) Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system).
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis
tanpa adanya turut campur tangan dari pihak diluarnya. Secara teoritis
sistem tertutup ada, tetapi kenyataan tidak ada sistem yang benar-benar
tertutup yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif
tertutup, tidak benar-benar tertutup), sedang sistem terbuka adalah
sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem
ini menerima masukan dan menghasilkan keluaran untuk lingkungan luar
atau subsistem yang lainnya, karena sistem sifatnya terbuka dan
tepengaruh oleh lingkungan luarnya, maka suatu sistem harus mempunyai
sistem pengendalian yang baik. Sistem-sistem yang baik harus dirancang
sedemikian rupa, sehingga secara relatif tertutup karena sistem tertutup
akan bekerja secara otomatis dan terbuka untuk pengaruh yang baik saja.
2. Informasi
Informasi adalah data yang diolah
menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya, sedangkan data merupakan sumber informasi yang
menggambarkan suatu kejadian (kumpulan fakta).
Sistem informasi, menurut Leitel dan Davis dalam bukunya “Accounting Information System” mendefinisikan bahwa :
Sistem informasi
adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan-kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,
bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan
menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.
Definisi yang umum, sistem informasi diartikan sebagai suatu sistem
dalam suatu organisasi yang mengolah data menjadi bentuk yang lebih
berguna untuk mencapai suatu tujuan.
3. Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem dapat berarti menyusun sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau untuk memperbaiki
sistem yang sudah ada. Sistem yang sudah lama perlu diperbaiki atau
bahkan diganti, dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya yaitu :
1. Kesalahan yang tidak sengaja, yang menyebabkan kebenaran data kurang terjamin.
2. Tidak efisiensinya operasi pengolahan data tersebut.
3. Adanya instruksi-instruksi atau kebijaksanaan yang baru baik dari
pemimpin atau dari luar organisasi seperti peraturan pemerintah.
Sesungguhnya yang dimaksud sistem informasi tidak harus melibatkan
komputer, sistem informasi yang menggunakan komputer biasa disebut
sistem informasi berbasis komputer (computer based information system
atau CBIS), tetapi dalam prakteknya sistem informasi lebih sering
dikait-kaitkan dengan komputer. Berikut beragam definisi sistem
informasi :
1. Turban, McLean, dan Wetherbe (1999)
Sistem informasi adalah sebuah sistem informasi yang mempunyai fungsi
mengumpulkan, memproses, menyimpan, menganalisis, dan menyebarkan
informasi untuk tujuan yang spesifik.
2. Bodnar dan HopWood (1993)
Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan lunak yang
dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang
berguna.
3. Alter (1992)
Sistem informasi adalah kombinasi antara prosedur kerja, informasi,
orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai
tujuan dalam sebuah perusahaan.
Istilah teknologi dan sistem informasi dapat digunakan secara
informal tanpa mendefinisikan istilah tersebut. Penerapan sistem
informasi pada prinsipnya lebih rumit, hal tersebut dapat difahami
dengan baik dengan melihat perspektif teknologi yang berada dalam suatu
organisasi (Kenneth, 2008).
Definisi Sistem Informasi
Terdapat berbagai macam pengertian Sistem Informasi menurut beberapa ahli, diantaranya :
Sistem informasi (Information System) adalah sekumpulan komponen
yang saling berhubungan, mengumpulkan atau mendapatkan, memproses,
menyimpan dan mendistribusikan informasi untuk menunjang pengambilan
keputusan dan pengawasan dalam suatu organisasi serta membantu manajer
dalam mengambil keputusan (Kenneth,2008).
Pengertian dari
sistem informasi menurut Komunitas Mahasiswa Sistem Informasi di
Yogyakarta (KAMII,2008) memaparkan bahwa Sistem Informasi adalah sebuah
aplikasi komputer yang digunakan untuk mendukung operasi dari suatu
organisasi serta merupakan aransemen dari orang, data dan proses yang
terjadi di dalamnya yang berinteraksi satu sama lain dalam mendukung dan
memperbaiki organisasi serta mendukung dalam pemecahan masalah dan
kebutuhan pembuat keputusan.
Komponen Sistem Informasi
John Burch dan Gary Grudnitski (Jogiyanto,2005) mengemukakan bahwa
Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen yang disebut dengan
istilah blok bangunan (building block). Sebagai suatu sistem, blok
bangunan tersebut masing-masing berinteraksi satu dengan yang lainnya
membentuk satu kesatuan untuk mencapai sasarannya. Blok bangunan tersebut terdiri dari (Jogiyanto,2005):
Blok Masukan (Input Block)
Input mewakili data
yang masuk ke dalam sistem informasi. Input disini termasuk
metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, yang
dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
Blok Model (Model Block)
Blok ini terdiri dari
kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi
data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah
tertentu untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.
Blok Keluaran (Output Block)
Produk dari sistem
informasi adalah keluaran yang merupakan informasi yang berkualitas dan
dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua
pemakai sistem.
Blok Teknologi (Technology Block)
Teknologi
digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan
mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu
pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Terdiri dari 3 bagian
utama, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak
(software) dan perangkat keras.
Blok Basis Data (Database Block)
Basis data
(database) merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu
dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer dan digunakan
perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data diakses atau
dimanipulasi dengan menggunakan perangkat lunak paket yang disebut
dengan DBMS (Database Management Systems).
Blok Kendali (Controls Block)
Beberapa
pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa
hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur
terjadi kesalahan-kesalahan dapat langsung cepat diatasi.
Senin, 24 Juni 2013
Bahan 5 : Ethical Implications of Information Technology
A. Realitas Sistem Informasi (SI)
Sejak permulaan peradaban, Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain dan dengan menggunakan berbagai jenis instrumen/alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang di simpan (sumber daya data).
B. Pengertian Tentang Sistem Informasi (SI)
| Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, softwarejaringan
komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam
sebuah organisasi.
| Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang
menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
| Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara
satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu
bidang tertentu.
Tetapi Pengertian Sistem Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
C. Konsep – Konsep Dasar Sistem Informasi (SI)
Komponen – Komponen Penting Dalam Sistem Informasi :
1. Sumber Daya Manusia
D. Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya
1. Sumber Daya Manusia (SDM)
a. Para Pakar
: Sistem Analis, Pembuat Software dan Sistem Operator.
b. Pemakai Akhir (End User) : Orang Lain Yang Menggunakan Sistem Informasi.
2. Sumber Daya Hardware
a. Mesin
b. Media
3. Sumber Daya Software
a. Program
b. Prosedur
: Komputer, Monitor Video, disk drive magnetis, printer, dll.
: Floppy disk magnetic tape, formulir kertas dan kartu plastik.
: Program sistem operasi, program spreadsheets, program word prcessing dan program penggajian. : Prosedur entri data, prosedur perbaikan kesalahan dan prosedur dan pendistribusian cek gaji.
4. Sumber Daya Data
: Deskripsi produk, Catatan Pelanggan, file kepegawaian dan database persedian.
5. Sumber Daya Jaringan
: Media Komunikasi, pemrosesan komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.
E. Macam – Macam Tantangan Sistem Informasi (SI)
1. Sistem Informasi Strategis, Kompetitif , Tekanan Kompetitif
1. Sistem Informasi Strategis dan Kompetitif
Ada beberapa definisi tentang arsitektur informasi :
• Arsitektur informasi adalah bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi dalam
organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih. (Laudon 1998).
• Arsitektur Informasi adalah desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk sistem jaringan)
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik. (Zwass.1998)
Ada 3 Macam Arsitektur Informasi Yang Mendukung Tujuan Diantaranya adalah :
1. Arsitektur Tersentralisasi
Arsitektur ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an dengan mainframe sebagai faktor utama. Mainframe adalah komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan tanggapan yang sangat cepat dan melibatkan jutaan transaksi.
2. Arsitektur Desentralisasi
Arsitektur desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (terdistribusi). Sistem pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi tersebar) sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri, tetapi bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data.
3. Arsitektur Client/Server
Pada arsitektur ini ada sebagian yang disebut client dan ada yang disebut server. Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Secara fisik sebuah server dapat berupa komputer (mainframe, mini – komputer, workstation ataupun PC) atau piranti lain (misalnya printer).
Client mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri. Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima client segera melakukan pemrosesan.
3. Investasi dan Nilai Informasi
■ Ternyata salah satu tantangan yang paling besar yang dihadapi sistem informasi dan jg manajer masa kini adalah jaminan bahwa perusahaan mereka sungguh-sungguh mendapatkan kembalian yang berarti dari uang yang mereka keluarkan untuk SI.
■ Di atas dijelaskan bahwa pentingnya SI sebagai investasi yang memproduksi nilai bagi perusahaan. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua perusahaan menyadari nilai yang kembali (good return) dari investasi SI tersebut.
■ Ada sesuatu pandangan lain yaitu penggunaan teknologi informasi (TI) untuk mendesain, memproduksi, mengirim dan merawat (maintain) produk baru. Sesuatu padangan yang lain adalah agar mendapat uang dengan menggunakan TI tersebut.
4. Rencana Tindakan, Tanggung Jawab Serta Kendali Untuk Mencapai Operasi Komputer Yang Etis
Donn Parker dari SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan, yaitu :
1. Formulasikan kode perilaku
2. Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa
komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer
isyaratkan
cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik
9. Dorong partisipasi dalam perkumpulan informasi
10. Berikan contoh
Menempatkan etika komputer dalam perspektif berbagai masalah sosial yang gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer.
Sepuluh langkah yang dianjurkan Paker dapat diikuti CIO di perusahaan manapun untuk mengantisipasi penerapan etika jasa informasi. Organisasi SIM dipercayakan pada program komputer, pasokan, data, dokumentasi dan fasilitas yang terus meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus memelihara standar kinerja, keamanan dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan integritas dan perlindungan berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut ini harus digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun keberhasilan program ini tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi SIM pada nilai aktiva yang dipercayakan kepadanya. Harus disadari bahwa pelanggaran kepercayaan ini mengakibatkan tindakan pendisiplinan, termasuk pemberhentian.
F. Moral/Akhlak, Hukum dan Etika Pada Tekhnologi Informasi
Dibawah ini adalah Berbagai macam – macam moral/akhlak, hukum dan Etika pada saat pemakaian Tekhnologi Informasi diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Melakukan semua kegiatan tanpa kecurangan. Hal ini mencakup pencurian atau penyalahgunaan
uang, peralatan, pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu komputer.
G. Pentingnya Etika Komputer
Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada komputer, yaitu :
1. Kelenturan logika : kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita
inginkan .
H. Moral Etika dan Hukum Dalam Sistem Informasi
Moral : Tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah
Etika : Satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan
masyarakat.
Hukum : peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat
atau warga negaranya.
Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat.
I. Etika dan Jasa Informasi
Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial tekhnologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan tekhnologi tsb secara etis. Manajer yang paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO (Chief Information Officer). Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama yaitu
Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggungjawab. Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end user computing saat ini semua manajer di semua area bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka. Selain manajer setiap pegawai bertanggungjawab atas aktivitas mereka yang berhubungan dengan komputer.
J. Implikasi Etis Tekhnologi Informasi
Penggunaan tekhologi informasi akan berkaitan erat dengan moral, etika dan hukum. Moral merupakan tradisi kepercayaan mengenai prilaku yang benar dan salah dan berlaku secara universal. Sementara itu, etika adalah suatu kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat tertentu.
Etika dalam penggunaan teknologi informasi ditujukan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari pemanfaatan teknologi infomasi serta formulasi dan justifikasi atas kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Kelenturan logis dari teknologi memungkinkan seseorang secara tidak bertanggung jawab memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkannya demi kepentingan diri atau kelompok tertentu.
Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual.
Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tsb adalah pembajakan perangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga milyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi dan pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya dan dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada cara penggunaannya.
K. Apakah Etika Komputer ?
Etika komputer didefinisikan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Karena itu, etika komputer terdiri dari dua aktifitas utama, dan pimpinan organisasi yang paling bertanggungjawab atas aktifitas tersebut. Kedua aktifitas tersebut adalah:
1. waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat;
2. karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang memastikan
bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.
Namun ada satu hal yang sangat penting, yaitu bukan hanya pimpinan puncak sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer; para pimpinan dilapis kedua, dan ketiga lainnya juga bertanggungajawab. Keterlibatan seluruh organisasi merupakan keharusan mutlak dalam dunia end-user computing saat ini, semua pimpinan di semua lapisan bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka; selain itu, setiap pegawai bertanggungjawab juga atas aktifitas mereka yang berhubungan dengan komputer.
Ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu:
1. Kelenturan logika (logical malleability)Kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkan; komputer bekerja tepat dan sesuai seperti yang diinstruksikan oleh pembuat program. Kelenturan logika inilah yang bisa menakutkan masyarakat, tetapi pada dasarnya masyarakat tidak takut terhadap komputer; sebaliknya masyarakat bisa takut terhadap orang-orang yang memberi perintah di belakang komputer.
2.. Faktor transformasiAlasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara melakukan sesuatu. Sebagai contoh yang baik adalah surat elektronik (e-mail) yang tidak hanya memberikan cara berkomunikasi yang lain, tetapi memberikan cara berkomunikasi yang sama sekali baru. Transformasi seruapa dapat dilihat cara mengadakan rapat; jika pada masa lalu rapat harus dilakukan dengan berkumpul secara fisik, maka saat ini dapat dilakukan dalam bentuk konferensi video (video conference).
3. Faktor tak kasat mata (invisibility factors)Alasan lain minat masyarakat pada etika komputer adalah karena semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat (perintah-perintah yang programer kodekan menjadi program yang mungkin dapat atau tidak menghasilkan pemrosesan yang diinginkan pemakai), perhitungan rumit yang tidak terlihat (bentuk program-program yang sedemikian rumit sehingga tidak dimengerti oleh pemakai), dan penyalahgunaan yang tidak terlihat (tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum dan etika).
Oleh karena itu masyarakat sangat memperhatikan etika komputer, masyarakat mengharapkan bisnis diarahkan oleh etika komputer, dan dengan demikian meredakan kekhawatiran tersebut.
PENUTUP
Kesimpulan
Untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebut, menyatakan bahwa :
referensi dari : buku mcleod sistem informasi jilid II bab 5
Sejak permulaan peradaban, Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain dan dengan menggunakan berbagai jenis instrumen/alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang di simpan (sumber daya data).
B. Pengertian Tentang Sistem Informasi (SI)
| Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, softwarejaringan
komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam
sebuah organisasi.
| Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang
menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
| Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara
satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu
bidang tertentu.
Tetapi Pengertian Sistem Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.
C. Konsep – Konsep Dasar Sistem Informasi (SI)
Komponen – Komponen Penting Dalam Sistem Informasi :
1. Sumber Daya Manusia
- Sumber Daya Hardware
- Sumber Daya Software
- Sumber Daya Data
- Sumber Daya Jaringan
D. Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya
1. Sumber Daya Manusia (SDM)
a. Para Pakar
: Sistem Analis, Pembuat Software dan Sistem Operator.
b. Pemakai Akhir (End User) : Orang Lain Yang Menggunakan Sistem Informasi.
2. Sumber Daya Hardware
a. Mesin
b. Media
3. Sumber Daya Software
a. Program
b. Prosedur
: Komputer, Monitor Video, disk drive magnetis, printer, dll.
: Floppy disk magnetic tape, formulir kertas dan kartu plastik.
: Program sistem operasi, program spreadsheets, program word prcessing dan program penggajian. : Prosedur entri data, prosedur perbaikan kesalahan dan prosedur dan pendistribusian cek gaji.
4. Sumber Daya Data
: Deskripsi produk, Catatan Pelanggan, file kepegawaian dan database persedian.
5. Sumber Daya Jaringan
: Media Komunikasi, pemrosesan komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.
E. Macam – Macam Tantangan Sistem Informasi (SI)
1. Sistem Informasi Strategis, Kompetitif , Tekanan Kompetitif
1. Sistem Informasi Strategis dan Kompetitif
- Kepemimpinan dalam biaya
- Diferensiasi
- Inovasi
- Pertumbuhan
- Persekutuan
- Strategi Lainnya
- Persaingan para Pesaing
- Ancaman Pemain Baru
- Ancaman Pengganti
- Daya Tawar Pelanggan
- Daya Tawar Pemasok
Ada beberapa definisi tentang arsitektur informasi :
• Arsitektur informasi adalah bentuk khusus yang menggunakan teknologi informasi dalam
organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih. (Laudon 1998).
• Arsitektur Informasi adalah desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk sistem jaringan)
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik. (Zwass.1998)
Ada 3 Macam Arsitektur Informasi Yang Mendukung Tujuan Diantaranya adalah :
1. Arsitektur Tersentralisasi
Arsitektur ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an dengan mainframe sebagai faktor utama. Mainframe adalah komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan tanggapan yang sangat cepat dan melibatkan jutaan transaksi.
2. Arsitektur Desentralisasi
Arsitektur desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (terdistribusi). Sistem pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi tersebar) sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri, tetapi bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data.
3. Arsitektur Client/Server
Pada arsitektur ini ada sebagian yang disebut client dan ada yang disebut server. Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Secara fisik sebuah server dapat berupa komputer (mainframe, mini – komputer, workstation ataupun PC) atau piranti lain (misalnya printer).
Client mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri. Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima client segera melakukan pemrosesan.
3. Investasi dan Nilai Informasi
■ Ternyata salah satu tantangan yang paling besar yang dihadapi sistem informasi dan jg manajer masa kini adalah jaminan bahwa perusahaan mereka sungguh-sungguh mendapatkan kembalian yang berarti dari uang yang mereka keluarkan untuk SI.
■ Di atas dijelaskan bahwa pentingnya SI sebagai investasi yang memproduksi nilai bagi perusahaan. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua perusahaan menyadari nilai yang kembali (good return) dari investasi SI tersebut.
■ Ada sesuatu pandangan lain yaitu penggunaan teknologi informasi (TI) untuk mendesain, memproduksi, mengirim dan merawat (maintain) produk baru. Sesuatu padangan yang lain adalah agar mendapat uang dengan menggunakan TI tersebut.
4. Rencana Tindakan, Tanggung Jawab Serta Kendali Untuk Mencapai Operasi Komputer Yang Etis
Donn Parker dari SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan, yaitu :
1. Formulasikan kode perilaku
2. Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa
komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer
- Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti teguran, penghentian dan tuntutan
- Kenali perilaku etis
isyaratkan
- Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan informasikan kepada karyawan
- Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, dam kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik
9. Dorong partisipasi dalam perkumpulan informasi
10. Berikan contoh
Menempatkan etika komputer dalam perspektif berbagai masalah sosial yang gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer.
Sepuluh langkah yang dianjurkan Paker dapat diikuti CIO di perusahaan manapun untuk mengantisipasi penerapan etika jasa informasi. Organisasi SIM dipercayakan pada program komputer, pasokan, data, dokumentasi dan fasilitas yang terus meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus memelihara standar kinerja, keamanan dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan integritas dan perlindungan berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut ini harus digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun keberhasilan program ini tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi SIM pada nilai aktiva yang dipercayakan kepadanya. Harus disadari bahwa pelanggaran kepercayaan ini mengakibatkan tindakan pendisiplinan, termasuk pemberhentian.
F. Moral/Akhlak, Hukum dan Etika Pada Tekhnologi Informasi
Dibawah ini adalah Berbagai macam – macam moral/akhlak, hukum dan Etika pada saat pemakaian Tekhnologi Informasi diantaranya adalah sebagai berikut :
1. Melakukan semua kegiatan tanpa kecurangan. Hal ini mencakup pencurian atau penyalahgunaan
uang, peralatan, pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu komputer.
- Menghindari segala tindakan yang mengkompromikan integritas mereka. Misalnya pemalsuan catatan dan dokumen, modifikasi program dan file produksi tanpa ijin, bersaing bisnis dengan organisasi, atau terlibat dalam perilaku yang mungkin mempengaruhi perusahaan atau reputasinya. Para karyawan tidak boleh menerima hadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak seperti itu.
- Menghindari segala tindakan yang mungkin menciptakan situasi berbahaya. Termasuk membawa senjata tersembunyi di tempat kerja, mencederai orang lain atau mengabaikan standar keselamatan dan keamanan.
- Tidak menggunakan alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja di bawah pengaruh alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugar untuk bekerja.
- Memelihara hubungan yang sopan dan profesional dengan para pemakai, rekan kerja dan penyelia. Tugas pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan permintaan supervisor dan manajemen serta harus sesuai dengan standar keamanan bekerja. Setiap penemuan pelanggaran perilaku atau keamanan harus segera dilaporkan.
- Berpegang pada peraturan kerja dan kebijakan pengupahan lain.
- Melindungi kerahasiaan atau informasi yang peka mengenai posisi persaingan perusahaan, rahasia dagang atau aktiva.
- Melakukan praktek bisnis yang sehat dalam mengelola sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, penggunaan komputer, atau jasa luar.
G. Pentingnya Etika Komputer
Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada komputer, yaitu :
1. Kelenturan logika : kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita
inginkan .
- Faktor transformasi : komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu.
- Faktor tak kasat mata : semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan.
H. Moral Etika dan Hukum Dalam Sistem Informasi
Moral : Tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah
Etika : Satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan
masyarakat.
Hukum : peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat
atau warga negaranya.
Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat.
I. Etika dan Jasa Informasi
Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial tekhnologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan tekhnologi tsb secara etis. Manajer yang paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO (Chief Information Officer). Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama yaitu
- CIO harus waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
- CIO harus berbuat sesuatu dengan menformulasikan kebijakan – kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut secara tepat.
Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggungjawab. Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end user computing saat ini semua manajer di semua area bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka. Selain manajer setiap pegawai bertanggungjawab atas aktivitas mereka yang berhubungan dengan komputer.
J. Implikasi Etis Tekhnologi Informasi
Penggunaan tekhologi informasi akan berkaitan erat dengan moral, etika dan hukum. Moral merupakan tradisi kepercayaan mengenai prilaku yang benar dan salah dan berlaku secara universal. Sementara itu, etika adalah suatu kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat tertentu.
Etika dalam penggunaan teknologi informasi ditujukan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari pemanfaatan teknologi infomasi serta formulasi dan justifikasi atas kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Kelenturan logis dari teknologi memungkinkan seseorang secara tidak bertanggung jawab memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkannya demi kepentingan diri atau kelompok tertentu.
Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual.
Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tsb adalah pembajakan perangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga milyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi dan pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya dan dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada cara penggunaannya.
K. Apakah Etika Komputer ?
Etika komputer didefinisikan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Karena itu, etika komputer terdiri dari dua aktifitas utama, dan pimpinan organisasi yang paling bertanggungjawab atas aktifitas tersebut. Kedua aktifitas tersebut adalah:
1. waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat;
2. karena itu harus berbuat sesuatu dengan memformulasikan kebijakan-kebijakan yang memastikan
bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.
Namun ada satu hal yang sangat penting, yaitu bukan hanya pimpinan puncak sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer; para pimpinan dilapis kedua, dan ketiga lainnya juga bertanggungajawab. Keterlibatan seluruh organisasi merupakan keharusan mutlak dalam dunia end-user computing saat ini, semua pimpinan di semua lapisan bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka; selain itu, setiap pegawai bertanggungjawab juga atas aktifitas mereka yang berhubungan dengan komputer.
Ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu:
1. Kelenturan logika (logical malleability)Kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkan; komputer bekerja tepat dan sesuai seperti yang diinstruksikan oleh pembuat program. Kelenturan logika inilah yang bisa menakutkan masyarakat, tetapi pada dasarnya masyarakat tidak takut terhadap komputer; sebaliknya masyarakat bisa takut terhadap orang-orang yang memberi perintah di belakang komputer.
2.. Faktor transformasiAlasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara melakukan sesuatu. Sebagai contoh yang baik adalah surat elektronik (e-mail) yang tidak hanya memberikan cara berkomunikasi yang lain, tetapi memberikan cara berkomunikasi yang sama sekali baru. Transformasi seruapa dapat dilihat cara mengadakan rapat; jika pada masa lalu rapat harus dilakukan dengan berkumpul secara fisik, maka saat ini dapat dilakukan dalam bentuk konferensi video (video conference).
3. Faktor tak kasat mata (invisibility factors)Alasan lain minat masyarakat pada etika komputer adalah karena semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat (perintah-perintah yang programer kodekan menjadi program yang mungkin dapat atau tidak menghasilkan pemrosesan yang diinginkan pemakai), perhitungan rumit yang tidak terlihat (bentuk program-program yang sedemikian rumit sehingga tidak dimengerti oleh pemakai), dan penyalahgunaan yang tidak terlihat (tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum dan etika).
Oleh karena itu masyarakat sangat memperhatikan etika komputer, masyarakat mengharapkan bisnis diarahkan oleh etika komputer, dan dengan demikian meredakan kekhawatiran tersebut.
PENUTUP
Kesimpulan
Untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebut, menyatakan bahwa :
- Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privasi orang.
- Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer.
- Hak milik intelektual akan dilindungi.
- Komputer dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi.
- Logika kelenturan komputer.
- Komputer mengubah cara hidup dan kerja kita.
referensi dari : buku mcleod sistem informasi jilid II bab 5
Bahan 4 : Computer Use in an International Market Place
1. Perusahaan Multinasional
Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.
Istilah warisan administratif (administrative heritage) digunakan untuk menggambarkan kondisi internal seperti asset perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. Bagi MNC, lingkungan/eksternal bersifat global. MNC merupakan sistem terbuka yang berusaha meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian, adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif.
2. Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC
Menurut William Egelhoff dari Fordham University, MNC dapat mengorganisasikan menurut divisi fungsional sedunia (worldwide functional division), divisi internasional (international divisions), wilayah geografis (geographic regions), atau divisi produk sedunia (worldwide product divisions).
Dalam divisi fungsional sedunia, anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan. Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan.
Dalam divisi internasional, semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.
Dalam wilayah geografis, MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya.
Dalam divisi produk sedunia, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.
Dimensi-dimensi struktural pengolahan informasi
Pengolahan informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros cenderung pada aktivitas taktis atau strategis. Di poros yang lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau negara dengan masalah produk.
Pemrosesan Informasi Taktis vs Strategis
Pemrosesan informasi taktis menangani transaksi harian dalam volume besar, contohnya sistem informasi akuntansi pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtiaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tinggi, contoh SIM seperti SI pemasaran, DSS.
Informasi Perusahaan dan Negara vs Informasi Produk
Informasi yang dihasilkan MNC dapat dipisahkan dalam dua golongan besar – yang satu menggambarkan produk-produk perusahaan dan yang lain menggambarkan perusahaan dan negara tempat beroperasi perusahaan.
3. Global Business Drivers
Daya yang mendorong sistem informasi global pertama adalah keberhasilan economies of scale. Saat memulai penggunaan komputer akan ada keuntungan-keuntungan yang tersedia. Keuntungan-keuntungan ini disebut global business drivers. Global business drivers (GBD) adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari economies of scale dan economies of scope, serta kemudian memberikan kontribusi pada strategi bisnis global.
Dari survei pada 105 MNC di USA diidentifikasi ada 7 drivers :
a) sumberdaya manusia
b) operasi yang fleksibel
c) rasionalisasi operasi
d) pengurangan risiko
e) produk global
f) pasokan yang langka
g) pelanggan tingkat perusahaan.
Saran untuk menetapkan GBD :
· Analisis harus melibatkan eksekutif puncak perusahaan.
· Tingkat analisis seharusnya jangan terlalu tinggi. GBD yang
memiliki sasaran “distribusi global”, “citra perusahaan yang
menyatu”, “total quality management”, atau “wilayah Pasifik”
terlalu luas untuk digunakan.
· Analisis harus menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam
perusahaan.
· Analisis harus menyadari perbedaan budaya yang ada antara satu
anak perusahaan dengan anak perusahaan yang lain.
4. Permasalahan dalam Menerapkan Sistem Informasi Global
MNC yang memulai suatu proyek untuk membuat GIS akan menghadapi sejumlah permasalahan : 1) Kendala politis
- Pembatasan pembelian dan impor perangkat keras.
- Pembatasan pemrosesan data.
- Pembatasan komunikasi data.
Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus data dan lintas batas. Arus data lintas batas (transborder data flow) atau TDF adalah perpindahan machine-readable data melintasi perbatasan negara. TDF dikelompokkan menjadi 4 jenis :
a) Data operasional, seperti data transaksi dalam SIA.
b) Data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu.
c) Transfer dana elektronika dari 1 negara ke negara lain.
d) Data teknik dan ilmiah.
2) Permasalahan teknologi, misalnya di tempat anak perusahaan tidak tersedia cukup catu daya yang menyebabkan listrik sering padam.
3) Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan. Sering manajer anak perusahaan sanggup menjalankan perusahaan tanpa bantuan dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu.
5. Strategi Penerapan GIS
Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakil-wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan.
Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS
Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistem yang bekerja lancar, strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/business strategy linkage, sumberdaya informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.
· Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan harus :
1) Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
2) Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
3) Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
4) Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
5) Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.
6) Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.
Perusahaan multinasional (multinational corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi melintasi berbagai produk, pasar dan budaya. MNC terdiri dari perusahaan induk dan anak-anak perusahaan. Anak-anak perusahaan tersebut secara geografis dan masing-masing mungkin memiliki tujuan, kebijaksanaan dan prosedur tersendiri.
Istilah warisan administratif (administrative heritage) digunakan untuk menggambarkan kondisi internal seperti asset perusahaan, distribusi kekuasaan dalam struktur organisasi, budaya perusahaan, dan gaya manajemen. Bagi MNC, lingkungan/eksternal bersifat global. MNC merupakan sistem terbuka yang berusaha meminimumkan ketidakpastian yang ditimbulkan lingkungan. Ketidakpastian, adalah “perbedaan antara jumlah informasi yang diperlukan untuk melaksanakan suatu tugas dan jumlah informasi yang telah dimiliki oleh organisasi”. MNC membuat sistem pengolah informasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka dari segi pengaruh lingkungan dan warisan administratif.
2. Jenis-jenis Struktur Organisasi MNC
Menurut William Egelhoff dari Fordham University, MNC dapat mengorganisasikan menurut divisi fungsional sedunia (worldwide functional division), divisi internasional (international divisions), wilayah geografis (geographic regions), atau divisi produk sedunia (worldwide product divisions).
Dalam divisi fungsional sedunia, anak-anak perusahaan diorganisasikan menurut jalur fungsional-manufaktur, pemasaran, dan keuangan. Bidang-bidang operasional di anak perusahaan melapor langsung ke pasangan fungsional mereka ke induk perusahaan.
Dalam divisi internasional, semua anak perusahaan di luar negeri melapor pada suatu divisi internasional MNC yang terpisah dari divisi domestik.
Dalam wilayah geografis, MNC membagi operasinya menjadi wilayah-wilayah dan tiap wilayah bertanggung jawab atas anak-anak perusahaan yang berlokasi dalam batasnya.
Dalam divisi produk sedunia, perusahaan diorganisasikan menurut jalur divisi produk, dan tiap divisi bertanggung jawab atas operasi mereka sendiri di seluruh dunia.
Dimensi-dimensi struktural pengolahan informasi
Pengolahan informasi suatu MNC dapat dipandang sebagai berada pada dua poros. Pada satu poros cenderung pada aktivitas taktis atau strategis. Di poros yang lain, pemrosesan informasi cenderung menghubungkan masalah perusahaan atau negara dengan masalah produk.
Pemrosesan Informasi Taktis vs Strategis
Pemrosesan informasi taktis menangani transaksi harian dalam volume besar, contohnya sistem informasi akuntansi pemrosesan informasi strategis melibatkan penyaringan dan pengikhtiaran data akuntansi untuk menonjolkan masalah-masalah tingkat tinggi, contoh SIM seperti SI pemasaran, DSS.
Informasi Perusahaan dan Negara vs Informasi Produk
Informasi yang dihasilkan MNC dapat dipisahkan dalam dua golongan besar – yang satu menggambarkan produk-produk perusahaan dan yang lain menggambarkan perusahaan dan negara tempat beroperasi perusahaan.
3. Global Business Drivers
Daya yang mendorong sistem informasi global pertama adalah keberhasilan economies of scale. Saat memulai penggunaan komputer akan ada keuntungan-keuntungan yang tersedia. Keuntungan-keuntungan ini disebut global business drivers. Global business drivers (GBD) adalah suatu entitas yang mengambil manfaat dari economies of scale dan economies of scope, serta kemudian memberikan kontribusi pada strategi bisnis global.
Dari survei pada 105 MNC di USA diidentifikasi ada 7 drivers :
a) sumberdaya manusia
b) operasi yang fleksibel
c) rasionalisasi operasi
d) pengurangan risiko
e) produk global
f) pasokan yang langka
g) pelanggan tingkat perusahaan.
Saran untuk menetapkan GBD :
· Analisis harus melibatkan eksekutif puncak perusahaan.
· Tingkat analisis seharusnya jangan terlalu tinggi. GBD yang
memiliki sasaran “distribusi global”, “citra perusahaan yang
menyatu”, “total quality management”, atau “wilayah Pasifik”
terlalu luas untuk digunakan.
· Analisis harus menyadari perbedaan-perbedaan yang ada dalam
perusahaan.
· Analisis harus menyadari perbedaan budaya yang ada antara satu
anak perusahaan dengan anak perusahaan yang lain.
4. Permasalahan dalam Menerapkan Sistem Informasi Global
MNC yang memulai suatu proyek untuk membuat GIS akan menghadapi sejumlah permasalahan : 1) Kendala politis
- Pembatasan pembelian dan impor perangkat keras.
- Pembatasan pemrosesan data.
- Pembatasan komunikasi data.
Pembatasan komunikasi data yang paling umum adalah pembatasan atas arus data dan lintas batas. Arus data lintas batas (transborder data flow) atau TDF adalah perpindahan machine-readable data melintasi perbatasan negara. TDF dikelompokkan menjadi 4 jenis :
a) Data operasional, seperti data transaksi dalam SIA.
b) Data pribadi, yaitu data mengenai individu tertentu.
c) Transfer dana elektronika dari 1 negara ke negara lain.
d) Data teknik dan ilmiah.
2) Permasalahan teknologi, misalnya di tempat anak perusahaan tidak tersedia cukup catu daya yang menyebabkan listrik sering padam.
3) Kurangnya dukungan dari manajer anak perusahaan. Sering manajer anak perusahaan sanggup menjalankan perusahaan tanpa bantuan dan menganggap standar baru sebagai hal yang tidak perlu.
5. Strategi Penerapan GIS
Jika suatu MNC mengikuti strategi multinasional (desentralisasi), diperlukan sejumlah tim pengembangan, yang bekerja di sejumlah anak perusahaan. Jika strategi global (sentralisasi) yang diikuti, tim pengembangan GIS mengerjakan sebagian besar tugasnya di perusahaan induk. Jika strategi internasional (kombinasi sentralisasi dan desentralisasi) yang diikuti, satu atau sejumlah tim pengembangan dapat bepergian dari perusahaan induk ke anak-anak perusahaan. Dalam hal strategi transnasional (integrasi), tim pengembangan menyertakan wakil-wakil dari perusahaan induk dan anak perusahaan.
Strategi Transnasional bagi Penerapan GIS
Karena strategi ini paling rumit, menyatukan seluruh MNC menjadi suatu sistem yang bekerja lancar, strategi penerapannya dapat menjadi model untuk menghindari kegagalan-kegagalan potensial. Strategi ini berfokus pada sejumlah hal penting yang berhubungan dengan GIS/business strategy linkage, sumberdaya informasi, pembagian data internasional, dan lingkungan budaya.
· Menghubungkan GIS dengan strategi bisnis, tim pengembangan harus :
1) Bekerjasama secara erat dengan eksekutif perusahaan untuk memahami dampak potensial GIS pada strategi bisnis global.
2) Mengerti strategi bisnis global dari tiap unit bisnis.
3) Menentukan strategi GIS global yang sesuai untuk strategi bisnis global tiap unit bisnis.
4) Menentukan tujuan dari tiap strategi GIS.
5) Mengidentifikasi aplikasi yang diperlukan untuk mencapai strategi GIS dan menentukan prioritasnya.
6) Menugaskan orang-orang yang bertanggung jawab atas penerapan aplikasi tersebut.
Bahan 3 : Using Information Technology to Engage in Electronic Commerce
Menggunakan Teknologi Informasi dalam Menjalankan Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Perdagangan elektronik yang biasa disebut e-commerce, adalah penggunaan jaringan komunikasi dan computer untuk melaksanakan proses bisnis. Sebagaian besar e-commerce, terjadi antarbisnis, dan bukan antara bisnis dengan konsumen.
Tetapi pandangan populer tentang e-commerce ini adalah tentang penggunaan internet dan komputer dengan browser web untuk membeli dan menjual produk. Memang tidak salah, tapi pandangan ini hanyalah sebagian kecil bagian tentang e-commerce.
Definisi sempit mengenai perdagangan elektronik (yang biasa disebut e-commerce) yaitu meliputi transaksi-transaksi bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dan pemasok, yang menghubungkan computer mereka masing-masing melalui internet. Ini artinya hanya transaksi-transaksi yang melintasi batas perusahaan saja yang dapat diklasifikasikan sebagai e-commerce.
Sedangkan definisi luas yang diberikan mengenai e-commerce yaitu bahwa e-commerce dapat memfasilitasi operasi internal maupun eksternal perusahaan. Maka dengan pandangan ini, istilah bisnis elektronik dan perdagangan elektronik akan sama.
B. PERDAGANGAN ELEKTRONIK
E-commerce (perniagaan elektronik), sebagai bagian dari electronic business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
1. E-Commerce di Luar Batas Perusahaan
E-commerce dibedakan menjadi dua jenis, yaitu e-commerce bisnis ke konsumen (business-to-consumen—B2C) mengacu pada transaksi-transaksi yang terjadi antara sebuah bisnis dan konsumen akhir produk; dan yang kedua yaitu e-commerce bisnis ke bisnis (business-to-business—B2B) mengacu pada transaksi antarbisnis dimana tidak ada pihak yang menjadi konsumen akhir.
2. Faktor Kunci Sukses dalam E-Commerce
Dalam banyak kasus, sebuah perusahaan e-commerce bisa bertahan tidak hanya mengandalkan kekuatan produk saja, tapi dengan adanya tim manajemen yang handal, pengiriman yang tepat waktu, pelayanan yang bagus, struktur organisasi bisnis yang baik, jaringan infrastruktur dan keamanan, desain situs web yang bagus, beberapa faktor yang termasuk:
- Menyediakan harga kompetitif
- Menyediakan jasa pembelian yang tanggap, cepat, dan ramah
- Menyediakan informasi barang dan jasa yang lengkap dan jelas
- Menyediakan banyak bonus seperti kupon, penawaran istimewa, dan diskon
- Memberikan perhatian khusus seperti usulan pembelian
- Menyediakan rasa komunitas untuk berdiskusi, masukan dari pelanggan, dan lain-lain
- Mempermudah kegiatan perdagangan
- Perbaikan layanan pelanggan sebelum, selama, dan setelah penjualan
- Perbaikan hubungan dengan pemasok dan komunitas keuangan
- Peningkatan imbal hasil eknomis atas pemegang saham dan investasi pemilik
4. Kendala-Kendala E-Commerce
Pada tahun 1996, dilakukan survey dan didapati 60 persen perusahaan yang memberikan respons menunjukkan bahwa mereka belum mengimplementasikan e-commerce dan tidak memiliki rencana untuk melakukannya dalam waktu tiga tahun ke depan.
Ketika ditanyakan mengenai alasannya, perusahaan tersebut menyebutkan tiga kendala dengan urutan sebagai berikut:
- Biaya yang tinggi
- Kekhawatiran akan masalah keamanan
- Peranti lunak yang belum mapan atau belum tersedia
E-commerce bersifat dinamis dan ruang lingkup pengaruhnya dapat berubah dalam waktu hanya beberapa bulan. Karena sangat lebarnya spektrum proses dari transaksi jual beli yang ada, sangat sulit menentukan ruang lingkup atau batasan dari domain e-commerce. Salah satu cara yang dapat dipergunakan untuk dapat mengerti batasan-batasan dari sebuah e-commerce adalah dengan mencoba mengkaji dan melihat fenomena bisnis tersebut dari berbagai dimensi, seperti yang dijelaskan berikut ini.
- Teknologi
- · Marketing dan “New Consumer Processes”
- · Electronic linkage
- · Information value adding
- · Market-making
- · Service infrastructure
- · Legal, privacy, dan public policy
6. Jalan Menuju E-Commerce
Rencana bisnis strategis akan membakukan komitmen untuk menggunakan e-commerce guna meraih keunggulan kompetitif. Perusahaan pertama-tama harus memperoleh kecerdasan bisnis (business intelligence) sehingga perusahaan tersebut akan dapat memahami peranan potensial yang akan dimainkan oleh masing-masing unsur lingkungan.
C. INTELIGENSI BISNIS (BUSINESS INTELLIGENCE)
Inteligensi bisnis atau business intelligence menjadi sangat dibutuhkan karena pengambilan keputusan pelaksanaan e-commerce itu terlebih dahuluu harus mengetahui tentang perusahaan dan hubungannya dengan para pelanggan, pesaing, pemasok, dan pihak-pihak eksternal lainnya.
Inteligensi bisnis (business intelligence—BI) adalah aktivitas pengumpulan informasi mengenai unsur-unsur di dalam lingkungan yang berinteraksi dengan perusahaan.
1. Basis Data Eksternal
Perusahaan tidak harus mengumpulkan informasi lingkungannya sendiri. Tersedia sejumlah basis data komersial penting yang memberikan informasi mengenai hampir semua subjek. Perusahaan menggunakan berbagai basis data ini untuk mendapatkan kecerdasan bisnis karena ia lebih cepat dan lebih murah daripada meneliti beragam jenis sumber informasi.
Basis data pemerintah juga merupakan sumber informasi penting lainnya seperti perpustakaan, biro sensus, biro statistik tenaga kerja, dan sebagainya. Perusahaan menjadi semakin condong untuk melakukan pencarian eksternal sendiri untuk kecerdasan pasar. Pencarian eksternal telah dibantu oleh adanya fakta bahwa semakin banyak perusahaan memberikan informasinya sendiri di web.
2. Mesin Pencari
Suatu mesin pencari (search engine) adalah suatu program computer khusus yang menanyakan satu kata atau kelompok kata kepada pengguna untuk dicari. Program ini kemudian mencari isi situs-situs web di internet untuk melihat apakah kata atau kata-kata tersebut terdapat di situs-situs web tersebut. Beberapa contoh mesin pencari ini adalah seperti Yahoo!, Google, MSN, Altavista, dan sebagainya.
D. STRATEGI E-COMMERCE DAN SISTEM INTERORGANISASIONAL
Strategi yang paling sering disebut-sebut adalah strategi dimana unsur-unsur yang ada dikaitkan dengan transmisi data elektronik. Nama yang diberikan untuk strategi ini adalah sistem interorganisasional (interorganizational system – IOS). Istilah yang sering kali dipeprgunakan untuk IOS adalah EDI, yang merupakan singkatan dari electronic data interchange (pertukaran data elektronik). Pertukaran data elektronik adalah salah satu cara untuk mendapatkan suatu sistem interorganisasional. Ekstranet, yang serupa dengan internet tetapi terbatas hanya untuk mitra-mitra bisnis yang terpilih dan terpercaya, di beberapa organisasi mulai menggantikan EDI.
E. SISTEM INTERORGANISASIONAL
Sebuah perusahaan dapat membuat hubungan elektronik dengan perusahaan lain untuk menciptakan suatu sistem interorganisasional (IOS) sehingga semua perusahaan bekerja bersama sebagai suatu unit yang terkoordinasi, meraih manfaat yang tidak dapat diraih sendiri oleh setiap perusahaan.
1. Manfaat IOS
a. Efisiensi Komparatif
Dengan bergabung dalam IOS, para sekutu dagang dapat memproduksi barang dan jasa dengan tingkat efisiensi yang lebih tinggi dan, selanjutnya memberikan barang dan jasa dengan biaya yang lebih rendah kepada para pelanggannya. Hal ini memberikan pera sekutu di dalam IOS keunggulan harga di atas para pesaingnya.
- Efisiensi internal terdiri atas perbaikan dalam operasi-operasi perusahaan itu sendiri sehingga memungkinkan perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data dengan cepat dan mengambil keputusan dengan cara yang lebih cepat lagi.
- Efisiensi interorganisasional meliputi perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain.
Kekuatan penawaran (bargaining power) adalah kemampuan sebuah perusahaan untuk menyelesaikan perselisihan dengan para pemasok dan pelanggannya demi keuntungan perusahaan itu sendiri. Kekuatan ini diambil dari tiga area dasar :
- Fitur-fitur produk yang unik
- Menurunkan biaya-biaya yang berhubungan dengan penelitian
- Meningkatkan biaya perpindahan
EDI terdiri atas transmisi data langsung komputer-ke-komputer dalam suatu format struktur yang dapat dibaca oleh mesin. EDI sangat penting karena memfasilitasi sebagian besar mayoritas perdagangan B2B. EDI adalah implementasi dominan dari suatu IOS.
1. Ekstranet
Ekstranet adalah cara lain dari membuat suatu IOS. Cara ini memungkinkan dibaginya informasi berbasis komputer yang sensitive dengan perusahaan lain dengan menggunakan teknologi informasi yang pada umumnya dihubungkan dengan internet. Keamanan dan privasi mendapat perhatian yang serius, sehingga ekstranet biasanya diamankan dibalik suatu firewall.
2. Sekutu-Sekutu Bisnis Proaktif dan Reaktif
Sponsor IOS pada umumnya mengambil pendekatan proaktif, merangsang minat akan IOS dan mendorong partisipasi di dalam jaringan. Para partisipan pada umumnya merespons dengna cara yang reaktif, menerima atau menolak penawaran sponsor untuk menerpakan IOS.
3. Pengaruh Penerapan
Ada empat faktor yang menentukan apakah perusahaan akan mengambil langkah proaktif atau reaktif.
- Tekanan kompetitif. Ketika perusahaan berada dalam suatu posisi yang buruk terhadap para pesaingnya atau ketika asosiasi industri atau perdagangan memberikan tekanan yang kuat, perusahaan akan menerapkan IOS, seperti EDI, dengan cara yang reaktif.
- Penggunaan kekuasaan. Ketika sebuah perusahaan dapat memaksakan kekuasaannya atas anggota lain, ia akan proaktif dalam menerapkan IOS.
- Kebutuhan internal. Ketika perusahaan sadar bahwa partisipasi dalam IOS merupakan salah satu cara untuk meningkatkan operasinya, perusahaan tersebut akan melakukan pendekatan atas IOS dengan cara yang proaktif.
- Dukungan manajemen puncak. Tanpa melihat apakah perusahaan tersebut bertindang dengan cara yang proaktif maupun reaktif, dukungan manajemen puncak selalu akan mempengaruhi keputusan.
- Mengurangi kesalahan
- Menurunkan biaya
- Meningkatnya efisiensi operasional
- Meningkatnya kemampuan untuk bersaing
- Memperbaiki hubungan dengan sekutu dagang
- Memperbaiki layanan pelanggan
Semakin banyaknya jumlah produk dan jasa yang tersedia untuk pengiriman digital dan semakin banyaknya pelanggan yang mampu mengatasi keengganan mereka untuk melakukan pembelian menggunakan web. Kecepatan komunikasi yang lebih cepat dari komputer-komputer rumahan juga telah membuat pengiriman produk-produk ditgital menjadi lebih praktis.
1. Produk-produk Digital
Beberapa produk dan jasa tertentu dapat dikirimkan kepada pelanggan melalui internet. Dunia hiburan telah menjadi salah satu produk awal yang mengambil manfaat dari internet. Satu perbedaan utama antara pembelian produk-produk digital dengan produk-produk fisik melalui web adalah bahwa produk digital dapat digunakan begitu selesai di-download. Perbedaan lainnya adalah bahwa produk itu sendiri akan berpindah ke aset pembelinya.
2. Produk-produk Fisik
Barang-barang fisik tidak dapat dikonsumsi melalui web; sebagai gantinya, harus dikirimkan ke pelanggan. Pesanan penjualan dapat diambil alih oleh web, tapi pengiriman harus tetap dilakukan. Pos paket sering kali menjadi jasa paling murah yang diberikan, tetapi biasanya membutuhkan waktu pengiriman yang paling lama.
Berkembangnya perusahaan-perusahaan pengiriman surat/barang swasta telah secara langsung membantu e-commerce eceran. Perusahaan memberikan sejumlah metode pengiriman alternatif dengan harga yang berbeda-beda.
3. Penjualan Maya Versus Campuran
Penjualan maya (virtual sales) adalah penjualan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan yang tidak mengoperasikan tempat berjualan fisik. Dengan penjualan maya, tidak ada tokok dimana pelanggan dapat masuk dan membeli produk. Penjualan campuran (hybrid sales) terjadi ketika perusahaan memiliki tempat berjualan secara fisik dan situs web dimana pelanggan dapat membeli produk. Kedua strategi penjualan eceran ini perlu menginformasikan biaya dan fitur produk kepada pelanggan, mengatur pembayaran pelanggan, dan menghasilkan pengiriman produk.
Satu kesulitan yang dihadapi oleh perusahaan yang menawarkan penjualan maya adalah memberikan informasi produk yang dibutuhkan tanpa membingungkan pelanggan. Kendala lainnya adalah bahwa gambar merupakan file yang berukuran besar, dan mengomunikasikannya dari situs web ke komputer pelanggan akan memakan waktu. Masalah ini dapat dikurangi dengan membatasi jumlah gambar yang ditampilkan sampai pelanggan telah memusatkan perhatian pencarian mereka pada pilihan yang relatif sedikit.
Penjualan maya paling sering dipergunakan ketika perusahaan tidak dapat membangun sebuah tempat berjualan fisik atau menemukan tempat berjualan fisik yang layak secara ekonomis.
Penjualan campuran terkadang disebut sebagai operasi brick-and-click. Kebanyakan perusahaan memiliki tempat berjualan karena biasanya hal tersebut dibutuhkan untuk rencana bisnisnya.
Contoh yang paling populer pada saat ini adalah penjualan produk melalui jejaring sosial seperti Facebook atau situs lain seperti www.kaskus.us, dimana penjualan yang mereka lakukan biasanya merupakan penjualan maya atau pun penjualan campuran.
4. Pemerintahan Elektronik
Pemerintah juga dapat mengambil manfaat dari e-commerce. Pemerintahan elektronik atau e-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan dengan pemerintahan. E-government dapat diaplikasi pada legislatif, yudikatif, atau administrasi public, untuk meningkatkan efisiensi internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang demokratis. Model penyampaian yang utama adalah government-to-citizen atau government-to-customer (G2C), government-to-business (G2B) serta government-to-government (G2G). keuntungan yang paling diharapkan dari e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang lebih baik dari pelayanan publik.
Contohnya pemerintahan elektronik untuk di Indonesia yang sudah sangat mengikuti perkembangan adalah kantor pelayanan pajak yang memiliki pemerintahan elektronik yang dapat diakses melalui internet dengan alamat situs www.pajak.go.id
G. LANGKAH E-COMMERCE BERIKUTNYA
Tantangan bagi e-commerce lebih dari sekedar jenis barang yang ditawarkan. Banyak pelanggan lebih nyaman menggunakan telepon selular dari pada menggunakan keyboard komputer.
1. Perdagangan Bergerak
Perdagangan bergerak adalah penggunaan telepon selular dan asisten digital pribadi (personal digital assistant—PDA) untuk melakukan e-commerce nirkabel. Seiring dengan berkembangnya teknologi telepon selular dari generasi analog menjadi generasi digital, istilah telekomunikasi generasi ketiga (third generation—3G) telah secara longgar dipergunakan untuk teknologi-teknologi nirkanel yang mampu memindahkan data.
2. Nirkabel Berkelas Bisnis di Semua Tempat
Hot spot internet kabel cukup memadai untuk penggunaan Web umum maupun pribadi, namun memeriksa e-mail di sebuah kedai kopi starbucks adalah suatu cara yang kurang memadai bagi para profesional bisnis. Karena ketergantungan pada sambungan komunikasi kabel dan kecilnya cakupan jarak oleh suatu poin akses nirkabel menjadikan akses nirkabel secara terus-menerus mustahil untuk dilakukan. Komunikasi nirkabel yang kecepatannya cukup memadai melalui penyedia jasa komunikasi yang sama dengan telepon seluler akan memungkinkan terciptanya komputasi nirkabel berkelas bisnis hampir di semua bisnis hampir di semua tempat. Verizon menawarkan suatu rencana akses pita lebar (broadband) yang berjalan pada kecepatan mulai dari 400 sampai 700 kilobit per detik, namun layanan ini tersedia dibanyak wilayah metropolitan dan tidak terbatas hanya pada poin akses terdekat untuk suatu jaringan menggunakan kabel.
H. MENGGUNAKAN INTERNET
Internet bermula dari ketika pemerintah AS membuatsutu jaringan dengan nama ARPANET. Usaha-usaha yang diawali ditahun 1989 mengarah pada apa yang kita kenal sebagai World Wide Web.
World Wide Web
Pada tahun 1989, Tim Berners-Lee, seorang ilmuwan komputer yang bekerja di CERN, laboratorium fisika partikel eropa, menemukan cara yang lebih baik bagi fisikawan untuk saling berkomunikasi. Ide ini adalah menggunakan hypertext-dokumen untuk elektronik yang saling terkait. Ide ini menjadi kenyataan pada pertengahan tahun 1992 dalam bentuk World Wide Web. Ia juga memungkikan dikirimkannya hypermedia-multimedia yang terdiri dari teks, grafik, audio, dan video – melalui World Wide Web.
World Wide Web adalah informasi yang dapat diakses melalui internet dimana dokumendokumen hypermedia (file-file komputer) diimpan dankemudian diambil dengan cara-cara yang menggunakan metode penentuan alamat yang unik.
Para pengguna juga dapat menyalin file ke komputer mereka dari semua situs Web dengan menggunakan File Transfer Protocol (FTP). Beberapa perusahaan membuat situs FTP di luar premis utama mereka untuk memberikan file yang memuat informasi produk, update peranti lunak, rilis berita, dan informasi lain.
I. CYBERSPACE DAN SUPERHIGHWAY INFORMASI
Dua istilah lain yang juga dikaitkan dengan internet dan Web-cyberspace dan superhighway (jalan bebas hambatan super) informasi. Istilah cyberspace diperkenalkan pada tahun 1984, ketika penulis William Gibson menggunakan dalam bukunya “Neuromancer” untuk menggambarkan suatu masyarakat yang sudah menjadi budak teknologi. Kini, cyberspace berarti dunia internet dan World Wide Web.
Standar Internet
Salah satu alasan utama mengapa internet dan Web telah diterima dengn tangan terbuka oleh para pengguna komputer di seluruh dunia adalah karena keduanya bkerja sama suatu system tunggal yang dapat digunakan dari platform komputer apapun. Agar hal ini memungkinkan terjadi, setiap orang yang memberikan kontribusi pada internet dan arsitektur Web harus mengikuti aturan-aturan yang sama.
J. APLIKASI BISNIS INTERNET
Pertumbuhan jumlah situs internet yang fenomenal telah menjadikan internet sebagai sumber informasi tidak dapat diabaikan. Internet Software Consortium (www.isc.org) telah membuat grafik peningkatan nama-nama domain dari hanya beberapa di awal 1990-an, menjadi lebih dari 353 juta pada bulan Juli 2005. Domain-domain baru ini mencerminkan kemungkinan pelanggan-pelanggan, pemasok dan sekutu-sekutu bisnis baru.
Semua area perusahaan dapat menggunakan internet, tetapi satu area yang penting adalah manajemen pasokan. Khususnya, manajemen rantai pasokan bagi penyedia layanan kesehatan mendapat perhatian khusus karena cepatnya kenaikan biaya jasa-jasa medis. Aplikasi ritel juga penting dan menjadi satu tandingan yang baik bagi contoh B2B pada manajeman rantai pasokan.
1. E-commerce dan Manajemen Rantai Pasokan Rumah Sakit
Rumah sakit harus memesan persediaan, dan merupakan hal yang sangat penting bagi layanan pasien bahwa persediaan medis yang tepat tersedia bagi kebutuhan para pasien. Rumah sakit telah melakukan sebagian besar pembelian mereka seara online. Manfaat ekonomis dari pembelian online sebagai ganti dari pembelian manual hanya berkisar 5% dan jika dibandingkn dengan keuntungan yang direalisasikan dari semakin kecilnya kesalahan pesanan pembelian, standardisasi produk yang lebih baik, membaiknya kepatuhan atas kontrak, dan kepentingan-kepentingan manajerial lainnya.
Cap Gemini Ernst & Young telah merangkum suatu bursa perdagangan klinis (clinical commerce exchange) yang digunakan melalui Internet. Global Healthcare Exchange membantu rumah sakit mengimplementasikan bursa pedagangan klinik. Perusahaan ini telah membantu Cape Fear Valley Health System di California Utara, dalam membuat satu sambungan bursa perdagangan baru dengan satu vendor dalam waktu satu jam. Kecepatan dan kemudahan sambungan ke vendor baru pada e-commerce adalah insentif yang kuat untuk perubahan. Akan tetapi pengalaman dari Cape ear Valley System menunjuk pada perubahan-perubahan manajerial yang penting. Pertama, dalam sistem sebetulnya pembeli cenderung membeli apapun yang diinginkan oleh dokter dan pegawai klinik lain, tanpa melihat harganya. Kedua, tingginya biaya untuk membuat EDI membuat vendor-vendor kecil tidak dapat melakukan e-commerce dengan rumah-rumah sakit.
2. Aplikasi Ritel
Aplikasi bisnis web yang paling dikenal masyarakat umum adalah ritel. Sebagian besar rantai ritel besar telah hadir di web. Banyak peritel membuat home page mereka yang dapat secara langsung diakses melalui web. Beberapa lebih memilih untuk bergabung dengan toko-toko lain di suatu situs gabungan yang disebut mal maya (virtual mall) dengan harapan bahwa satu nama mal akan lebih mudah untuk dikenali dan ditemukan daripada nama toko mereka masing-masing.
Statistik pembelian online juga menarik. Suatu studi pada tahun 2005 menemukan bahwa 70% pembeli dewasa di Amerika Serikat menggunakan internet sebagai sumber informasi untuk membantu dalam perbelanjaan mereka. Trennya adalah semakin banyak belanja online.
K. SARAN-SARAN KEBERHASILAN PENGGUNAAN INTERNET
- Pastikan situs Web Anda kuat.
- Pastikan browser dan struktur basis data Anda fleksibel maupun intuitif.
- Menekankan isi.
- Sering diperbarui.
- Melihat di luar pelanggan.
- Tujukan isi pada kebutuhan spesifik pengguna.
- Menjadikan Internet intuitif.
- Berada di lokasi Web yang tepat.
- Ciptakan rasa kebersamaan.
- Carilah bantuan jika Anda membutuhkannya.
L. DAMPAK INTERNET PADA BISNIS DI MASA MENDATANG
Amerika Serikat telah melihat tingkat pertumbuhan tahunan e-commerce yang substansial sebesar hampir 15% selama lima tahun terakhir. Jumlah e-commerce yang luar biasa terjadi antar bisnis. E-commerce B2B nampaknya tidak berdampak pada pelanggan, tetapi harga yang lebih rendah dan layanan pelanggan yang lebih baik yang dimungkinkan oleh B2B adalah hal yang membuat organisasi bisnis kompetitif. Masih ada dampak lain yang akan diberi oleh jasa telepon 3G pada e-commerce B2C.
Amerika Serikat telah lambat dalam mengambil keuntungan dari jasa ini, dan Eropa khususnya Jepang terus maju dengan aplikasi-aplikasi bisnis yang inovatif. Ini juga akan memungkinkan pelanggan dengan telepon 3G melakukan pembelian dengan menggunakan telepon mereka sebagai kartu debit atau kartu kredit. Bahkan telepon 4G yang lebih cepat telah diuji di Cina dan Jepang dan seharusnya akan tersedia tidak berapa lama lagi. Jepang mengambil posisi pimpinan dalam penggunaan telepon selular untuk transaksi-transaksi keuangan. Seiring dengan AS yang mulai mengejar ketertinggalannya dalam penggunaan jasa seluler 3G yang lebih luas, seperti jasa seluler “broadband” Verizon, AS dapat menjadi satu pemimpin dunia dalam bidang e-commerce melalui peralatan selular.
M. E-COMMERCE DI INDONESIA
1. Perkembangan E-commerce di Indonesia
E-Commerce di Indonesia sedikit-banyak tentu terkait dengan perkembangan e-commerce di negara-negara maju, misalnya seperti Amerika Serikat. Dengan ribuan inovasi cara belanja yang dihadirkan para merchant, warga AS semakin dimudahkan mendapat barang yang mereka inginkan secara mudah, cepat, dan aman. Namun pertanyaannya, samakah kondisi tersebut dengan penerimaan e-commerce di Indonesia?
Lebih dari 10 tahun terakhir para merchant dan punggawa bisnis IT di Indonesia terus menaikkan kemampuan masing-masing dalam hal kemudahan dan inovasi transaksi. Anda yang sebelumnya tidak dapat membeli produk secara online, dimudahkan dengan beragam pilihan produk. Lalu Anda yang sebelumnya harus mengontak merchant demi membeli produk, belakangan cukup dilakukan dengan mengisi formulir tertentu, dan produk dapat Anda terima tanpa perlu mengangkat telepon sekalipun.
Faktanya, jumlah penjual dan pembeli online di Indonesia memang terus meningkat dari waktu ke waktu. Asumsi ini tentu dapat menjadi tolok ukur lain potensi e-commerce di Indonesia yang masih menyisakan peluang besar. Tetapi, para merchant online perlu lebih “jor-joran” mengenalkan sistem e-commerce di Indonesia. Dengan pasar pengguna internet yang diperkirakan berjumlah 35-50 juta pengguna, merchant tak hanya perlu mengenalkan sistem e-commerce pada calon pembeli online, tetapi juga menarik calon pembeli offline lewat promosi dan edukasi pasar.
2. Masalah E-commerce di Indonesia
Kelihatannya, Indonesia bukan hanya terkenal akan pasar mobile-nya yang besar, namun juga apapun yang berhubungan dengan sosial, e-commerce dan games. Banyak orang yang tertarik dengan e-commerce di Indonesia, tahun lalu adalah tahunnya e-commerce, ditandai dengan diluncurkannya lebih dari 20 perusahaan e-commerce. Dan tentu saja banyak yang kemudian gagal, menyisakan para pemain yang telah mapan seperti Rakuten, TokoBagus, Plasa, Berniaga, Kemana, Tokopedia, dll.
Namun sejauh ini, belum ada yang cukup sukses di pasar yang sangat luas dan penuh kesempatan ini. Ada beberapa masalah yang mereka hadapi dalam menjalankan usahanya, diantaranya perilaku, sarana pembayaran, mobile, sarana logistik, dan peraturan.
Bahan 2 : Using Information Technology for Competitive Advantage
MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF
Sistem fisik perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkungannya dan ini aspek-aspeknya tersebut.
Delapan elemen lingkungan:
1. Pemasok
2. Pelanggan
3. Serikat buruh
4. Masyarakat keuangan
5. Pesaing
6. Pemegang saham atau pemilik
7. Pemerintah
8. Masyarakat global
KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalu banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan lavarage di pasar. Manajer perusahaan menggunakan sumber daya konseptual maupun sumber daya fisik untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Sumberdaya informasi
Perusahaan harus mengola sumberdaya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu perlu manager khusus yang mengelola jasa informasi. Selama ini ada beberapa istilah yang lazim dikenal. Misalnya CEO (Chief Executif Officer ) adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam operasi perusahaan, dan umumnya memiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan direksi. Beberapa istilah lain adalah CFO (Chief Financial Officer) dan COO (Chief Operating Officer). Untuk manajer jasa informasi dikenal istilah CIO (Chief Information Officer) yaitu manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya bukan saja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi, tetapi juga area operasi perusahaan lainnya.
Seorang manager jasa informasi dapat berperan sebagai chief informasi officer dengan mengikuti saran-saran berikut:
• Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain teknologinya.
• Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line management; jangan menunggu hingga diundang.
• Focuskan pada perbaikan proses bisnis.
• Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
• Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
• Jangan bersifat defensive.
PERENCANAAN STRATEGIS
Fungsi-fungsi ini dilaksanakan dalam urutan yang telah ditentukan, dnegan perencanaan sebabgai dasar semua aktifitas selanjutnya. Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan member perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam lingkungannya, serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan Strategi Fungsional
Suatu pendekatan bagi perencanaan fungsional adalah bahwa tiap bidang menetaokan rencananya sendiri terlepas dari yang lain. Namun, pendekatan ini tidak menjamin bahwa bidang-bidang tersebut akan bekerja sama sebagai rangkaian subsistem yang terpadu.
PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA INFORMASI
Selama beberapa tahun terakhir, jasa informasi mungkin telah mencurahkan lebih banyak perhataian pada perencanaan strategis daripada sebagian besar bidang yang lain. Istilah untuk menggambarkan aktivitas ini awalnya adalah transformasi kumpulan strategi.
Transformasi Kumpulan Strategi
Ketika jasa informasi mulai mngembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut sepenuhnya pada tujuan strategis perusahaan, yang diistilahkan dengan kumpulan strategi organisasi.
Kekurangan dasar dalam transformasi kumpulan strategi adalah kenyataan bahwa bidang-bidang fungsional tidak selalu memiliki sumber daya untuk menjamin tercapainya tujuan strategis perusahaan. Namun, pendekatan ini masih dipakai bahkan oleh perusahaan-perusahaan yang sangat berhasil.
Kumpulan strategi Kumpulan strategi
Organisasi SIM
Pendekatan SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadainya sumberdaya informasi adalah “perencanaan strategis sumberdaya informasi” (strategic planning for information resources – SPIR), saat perusahaan menerapkan SPIR, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan.
Isi rencana strategis sumberdaya informasi
End-user computing sebagai masalah strategis
Tidak semua orang yang ikut dalam EUC memilki tingkat pengetahuan computer yang sama. Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi 4 : pemakai akhir tingkat menu (Menu-level end-users), pemakai akhir tingkat perintah (command-level end-users), programmer pemakai akhir (End-user programmers), dan personil pendukung fungsional (functional support personnel).
Jenis-jenis aplikasi pemakai akhir
Sebagian besar aplikasi end-iser computing dibatasi pada:
• System pendukung kepoutusan yang relative mudah (relatively easy DSS).
• Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan perseorangan.
Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan: apliksi SIM & SIA, DSS yang kompleks, apliksi OA yang memenuhi organisasional dan sistem pakar.
Manfaat End-user computing
• Pemindahan beban kerja.
• Kesenjangan komunikasi.
Resiko End-User Computing
• System yang buruk sasarannya.
• System yang buruk rancangan dan dokumentasinya.
• Penggunaan sumberdaya informasi yang tidak efisien.
• Hilangnya integritas data.
• Hilangnya keamanan.
Model IRM
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak berada terpisah tetapi bekerja sama secara terkoordinasi.
1. Lingkungan perusahaan. Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang untuk mencapai kenunggulan kompetitif. Para eksekutif menyadari perlunya mengelola arus sumber daya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
2. Eksekutif perusahaan. CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya. Salah satu aktivitas kunci kelompok ini adalah perencanaan strategis.
3. Bidang fungsional. Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satu dari rencana fungsional ini adalah rencana strategis sumber daya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lain.
4. Sumber Daya Informasi. Rencana strategis sumber daya informasi menggambarkan bagaimana semua sumber daya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian sumber daya ini dipusatkan dalam jasa informasi, dansebagian didistribusikan di seluruh perusahaan dalam area pemakai.
5.Pemakai data dan informasi mengalir antara sumber daya informasi dan para pemakainya
SUMBER : BUKU MAC LEOD SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAB II
Sistem fisik perusahaan adalah sistem lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh manajemen, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan-tujuannya tercapai. Perusahaan juga merupakan sistem terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkungannya dan ini aspek-aspeknya tersebut.
Delapan elemen lingkungan:
1. Pemasok
2. Pelanggan
3. Serikat buruh
4. Masyarakat keuangan
5. Pesaing
6. Pemegang saham atau pemilik
7. Pemerintah
8. Masyarakat global
KEUNGGULAN KOMPETITIF
Keunggulan kompetitif dapat dicapai melalu banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga yang murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari pesaing, dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu. Pada bidang komputer, keunggulan kompetitif mengacu pada penggunaan informasi untuk mendapatkan lavarage di pasar. Manajer perusahaan menggunakan sumber daya konseptual maupun sumber daya fisik untuk mencapai tujuan strategis perusahaan.
Sumberdaya informasi
Perusahaan harus mengola sumberdaya tersebut untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk itu perlu manager khusus yang mengelola jasa informasi. Selama ini ada beberapa istilah yang lazim dikenal. Misalnya CEO (Chief Executif Officer ) adalah orang yang memiliki pengaruh paling kuat dalam operasi perusahaan, dan umumnya memiliki jabatan direktur utama atau ketua dewan direksi. Beberapa istilah lain adalah CFO (Chief Financial Officer) dan COO (Chief Operating Officer). Untuk manajer jasa informasi dikenal istilah CIO (Chief Information Officer) yaitu manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya bukan saja untuk memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumberdaya informasi, tetapi juga area operasi perusahaan lainnya.
Seorang manager jasa informasi dapat berperan sebagai chief informasi officer dengan mengikuti saran-saran berikut:
• Sediakan waktu untuk pelatihan bisnis, selain teknologinya.
• Buat kemitraan dengan unit-unit bisnis dan line management; jangan menunggu hingga diundang.
• Focuskan pada perbaikan proses bisnis.
• Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis.
• Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan.
• Jangan bersifat defensive.
PERENCANAAN STRATEGIS
Fungsi-fungsi ini dilaksanakan dalam urutan yang telah ditentukan, dnegan perencanaan sebabgai dasar semua aktifitas selanjutnya. Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategis karena mengidentifikasi tujuan-tujuan yang akan member perusahaan posisi yang paling menguntungkan dalam lingkungannya, serta menentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan Strategi Fungsional
Suatu pendekatan bagi perencanaan fungsional adalah bahwa tiap bidang menetaokan rencananya sendiri terlepas dari yang lain. Namun, pendekatan ini tidak menjamin bahwa bidang-bidang tersebut akan bekerja sama sebagai rangkaian subsistem yang terpadu.
PERENCANAAN STRATEGIS SUMBER DAYA INFORMASI
Selama beberapa tahun terakhir, jasa informasi mungkin telah mencurahkan lebih banyak perhataian pada perencanaan strategis daripada sebagian besar bidang yang lain. Istilah untuk menggambarkan aktivitas ini awalnya adalah transformasi kumpulan strategi.
Transformasi Kumpulan Strategi
Ketika jasa informasi mulai mngembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut sepenuhnya pada tujuan strategis perusahaan, yang diistilahkan dengan kumpulan strategi organisasi.
Kekurangan dasar dalam transformasi kumpulan strategi adalah kenyataan bahwa bidang-bidang fungsional tidak selalu memiliki sumber daya untuk menjamin tercapainya tujuan strategis perusahaan. Namun, pendekatan ini masih dipakai bahkan oleh perusahaan-perusahaan yang sangat berhasil.
Kumpulan strategi Kumpulan strategi
Organisasi SIM
Pendekatan SPIR
Solusi untuk masalah tidak memadainya sumberdaya informasi adalah “perencanaan strategis sumberdaya informasi” (strategic planning for information resources – SPIR), saat perusahaan menerapkan SPIR, rencana strategis untuk jasa informasi dan rencana untuk perusahaan dikembangkan secara bersamaan.
Isi rencana strategis sumberdaya informasi
End-user computing sebagai masalah strategis
Tidak semua orang yang ikut dalam EUC memilki tingkat pengetahuan computer yang sama. Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi 4 : pemakai akhir tingkat menu (Menu-level end-users), pemakai akhir tingkat perintah (command-level end-users), programmer pemakai akhir (End-user programmers), dan personil pendukung fungsional (functional support personnel).
Jenis-jenis aplikasi pemakai akhir
Sebagian besar aplikasi end-iser computing dibatasi pada:
• System pendukung kepoutusan yang relative mudah (relatively easy DSS).
• Aplikasi otomatisasi kantor yang memenuhi kebutuhan perseorangan.
Selebihnya adalah tanggung jawab spesialis informasi untuk bekerja sama dengan pemakai dalam mengembangkan: apliksi SIM & SIA, DSS yang kompleks, apliksi OA yang memenuhi organisasional dan sistem pakar.
Manfaat End-user computing
• Pemindahan beban kerja.
• Kesenjangan komunikasi.
Resiko End-User Computing
• System yang buruk sasarannya.
• System yang buruk rancangan dan dokumentasinya.
• Penggunaan sumberdaya informasi yang tidak efisien.
• Hilangnya integritas data.
• Hilangnya keamanan.
Model IRM
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak berada terpisah tetapi bekerja sama secara terkoordinasi.
1. Lingkungan perusahaan. Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang untuk mencapai kenunggulan kompetitif. Para eksekutif menyadari perlunya mengelola arus sumber daya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
2. Eksekutif perusahaan. CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya. Salah satu aktivitas kunci kelompok ini adalah perencanaan strategis.
3. Bidang fungsional. Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satu dari rencana fungsional ini adalah rencana strategis sumber daya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lain.
4. Sumber Daya Informasi. Rencana strategis sumber daya informasi menggambarkan bagaimana semua sumber daya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian sumber daya ini dipusatkan dalam jasa informasi, dansebagian didistribusikan di seluruh perusahaan dalam area pemakai.
5.Pemakai data dan informasi mengalir antara sumber daya informasi dan para pemakainya
SUMBER : BUKU MAC LEOD SISTEM INFORMASI MANAJEMEN BAB II
Bahan 1 : Introduction to Computer-Based Information System
Pengertian dan Peranan SIM
Bagi orang yang belum pernah belajar tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM), sering sekali pengertian SIM menjadi rancu dengan pengolahan data. Untuk memberikan pengertian yang benar tentang SIM, berikut ini diberikan beberapa definisi:
_ Data Processing (Pengolahan Data):
adalah manipulasi atau transformasi simbul-simbul sebagai bilangan-bilangan dan huruf-huruf untuk tujuan meningkatkan kegunaannya. Pengolahan data mencakup semua kegiatan yang termasuk didalam mempertahankan akurasi dan rekor yang up-todate dari operasi suatu perusahaan. Pengolahan data meliputi pengumpulan data yang menggambarkan aktivitas perusahaan, manipulasi data menjadi bentuk yang berguna, menyimpan data sampai digunakan kembali, dan menghasilkan dokumen-dokumen yang dapat digunakan oleh perorangan ataupun kelompok, baik dari dalam maupun luar perusahaan.
_ Sistem Informasi Manajemen (SIM):
adalah sistem formal dan informal yang menyediakan informasi di masa lalu, sekarang, dan proyeksi masa depan baik secara lisan dan tulisan yang berhubungan dengan operasi perusahaan dan lingkungannya. Informasi ini penting bagi manajer atau karyawan dalam membantu pengambilan keputusan.
_ Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System=DSS):
merupakan sistem yang berbasis komputer yang diharapkan untuk digunakan oleh manajer tertentu atau sekumpulan manajer pada setiap level organisasi dalam pembuatan keputusan sebagai dasar untuk pemecahan masalah yang semi-struktural.
_ Otomatisasi Perkantoran (Office Automation=OA):
mencakup semua sistem formal dan informal yang pada intinya menekankan pada komunikasi informasi dari dan kepada orang-orang dalam perusahaan.
_ Experts System (ES):
adalah program komputer yang berfungsi sama seperti keahlian manusia, memberikan saran pada pemakai bagaimana memecahkan suatu masalah.
Manajemen Informasi
Seperti halnya manjer suatu kios majalah di lobby suatu hotel dapat mengelola usahanya dengan mengamati aktiva akitiva berwujudnya barang dagangan.Saat skala oprasi meningkat menjadi suatu perusahaan yang luas, manjer tidak lagi dapat mengandalkan pengamatan, tetapi harus lebih mengandalkan informasi.Manajer menggunakan banyak laporan atau tampilan informasi untuk mencerminkan kondisi fisik perusahaan.Dapat di bayangkan dengan mudah direktur wal mart atau nestle hampir sepenuhnya harus mengandalkan informasi.Para eksekutif ini sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.
Jenis-jenis utama sumber daya
Manajer mengelola lima jenis utama sumber daya :
- Manusia
- Material
- Mesin (termasuk fasilitas dan energy)
- Uang
- Informasi (termasuk data)
Manajemen Sumber Daya
Sumber daya diperoleh dan disusun agar siap digunakan saat diperlukan.Sangat sering proses penyusunan membutuhkan pengubahan suatu bahan mentah menjadi suatu bentuk yang lebih halus,seperti pelatihan pegawai atau kontruksi suatu bagian mesin yang khusus.Setelah sumber daya ini di susun,manajer berusaha untuk memaksimalkan penggunaanya.Ia meminimalkan waktu yang terbuang dan menjaganya agar berfungsi pada efesien puncak.
Pengetahuan Manajemen
Istilah “mengerti” di gunakan untuk menggambarkan dua jenis pengetahuan yang merupakan kunci untuk menggunakan computer.Istilah yang satu adalah mengerti computer (computer literacy) ; dan yang lain adalah mengerti informasi (informasi literacy)
Bagaimana Informasi Dikelola
Manajer bukan saja mengelola sumberdaya fisik, tetapi juga sumberdaya konseptual. Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian dipastikan siapa yang layak memperoleh informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna dan menggantikan dengan yang mutakhir dan akurat. Seluruh aktivitas ini: memperoleh informasi, menggunakan secara efektif, dan membuangnya pada saat yang tepat disebut manajemen informasi.
Siapakah Para Pemakai?
Pada awalnya pemakai output komputer adalah adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, yang komputernya melakukan aplikasi pembayaran gaji, pengelolaan persediaan, dan penagihan. Para pemakai komputer meliputi: manajer, non-manajer, dan orang-orang dan
organisasiorganisasi dalam lingkungan perusahaan. Tingkatan manajemen adalah tingkat perencanaan strategis, seperti direktur dan para wakil direktur. Manajer tingkat menengah mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala devisi dinamakan tingkat pengendalian manajemen. Dan manajer tingkat bawah mencakup kepala departemen, penyelia, dan pimpinan proyek yang bertanggung jawab pada pelaksanaan rencana-rencana tingkat yang lebih tinggi disebut tingkat pengendalian operasional.
Mengerti Komputer
Pengetahuan mengenai computer yang di perlukan untuk berfungsi di masa kini disebut mengert computer (computer literacy),pengetahuan ini mencangkup pengertian mengenai istilah istilah computer,pemahaman mengenai unggulan dan kelemahan computer
Mengerti Informasi
Selain mengerti computer,manejer modern harus mengerti informasi.Mengerti informasi (information literacy) meliputi pengertian bagaimana menggunakan informasi.
Elemen-Elemen Sistem
Semua system tidak memiliki kombinasi elemen elemen yang sama tetapi sususnan dasar.Sumber daya input di ubah menjadi sumber daya output,Sumber daya mengalir dari elemen input melalui elemen transformasi kepada elemen output.Suatu mekanisme control memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa system tersebut memenuhi tujuannya.Mekanisme control ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai susatu system dan mentediakan informasi bagi mekanisme control.
Jika pengaturan elemen ini digunakan untuk menjelaskan suatu bara.Proses pemanasan mengubah bahan bakar menjadi panas (output),mekanisme kontrolnya adalah thermostat, lingkaran umpan baliknya adalah tempratur yang di atur pada thermostat.
Sistem Lingkaran Terbuka dan Lingkaran tertutup
Sistem lingkaran terbuka adalah suatu sistem tanpa kontrol, lingkaranbalik, dan tujuan. Sebaliknya sistem lingkaran tertutup adalah sistem dengantiga elemen kontrol (tujuan, mekanisme kontrol, dan lingkaran umpan balik). Kalau berbicara sistem, tentu ada sub-sistem dan supra sistem. Sub-sistem adalah sistem di dalam sistem. Supra sistem adalah sistem yang lebih besar dari suatu sistem. Contoh: pemerintah kota adalah sistem, tetapi ia juga
merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi
Perkembangan Konsep SIM
Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada data. Kemudian penekanan pada informasi dan pendukung keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapat perhatian yang paling besar. Fokus Awal pada Data Selama paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan keydriven bookkeeping machines berada dalam masa jayanya, perusahaan-perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Praktek ini
diteruskan dengan komputer generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi akuntansi.
Nama untuk aplikasi akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan data elektronik (electronic data processing=EDP). Istilah EDP tidak lagi populer dan telah disingkat menjadi data processing (DP). Kita menggunakan istilah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) atau Accounting Information System untuk menggambarkan sistem yang memproses aplikasi aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi sebagai produk sampingan dari proses akuntansi. Fokus Baru pada Informasi Tahun 1964 diperkenalkan alat penghitung generasi komputer. Komputer baru ini menggunakan sirkuit silikon sehingga daya proses lebih besar. Masyarakat Global Masyarakat Lokal Masyarakat Masyarakat Keuangan Bisnis Bankbank lain Persh. Asuransi Lbg. Simp Pinjam Bank Nas. Org. Bisnis Lain Gereja,Sekolah, dll 7 Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini banyak diterima perusahaan besar. Perkembangannya tidak mulus, karena: (1) kurangnya pengetahuan tentang komputer, (2) kurangnya pengetahuan tentang bisnis dan keawaman spesialis informasi mengenai peran manajemen, (3) peralatan komputer mahal dan terbatas, dan lain-lain. Kesalahan secara khusus adalah sistem tersebut terlalu ambisius.
Fokus Revisi pada Pendukung Keputusan
Sementara banyak orang hanya mengamati dari pinggir saat perusahaan-perusahaan berjuang dengan SIM raksasa mereka, sejumlah ilmuwan informasi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memformulasikan pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah Michael S. Scott Morton, G. Anthony Gorry, dan Peter G.W. Keen dan konsep mereka disebut Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System = DSS).
Pada tahun-tahun awal era DSS, terdapat banyak argumen mengenai DSS dan SIM. Apakah DSS menawarkan pendekatan baru pada penggunaan komputer dan jika memang demikian bagaimana?.
SIM adalah suatu sumberdaya organisasional. SIM dimaksudkan untuk menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum, sedangkan DSS dimaksudkan untuk mendukung satu orang manajer secara khusus.
Fokus Sekarang pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation = OA). OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word processing).
OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing.
Fokus Potensial pada Konsultasi
Perkembangan saat ini adalah penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence = AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI, yaitu sistem pakar (expert system = ES) yang paling banyak mendapatkan perhatian.
Bagi orang yang belum pernah belajar tentang Sistem Informasi Manajemen (SIM), sering sekali pengertian SIM menjadi rancu dengan pengolahan data. Untuk memberikan pengertian yang benar tentang SIM, berikut ini diberikan beberapa definisi:
_ Data Processing (Pengolahan Data):
adalah manipulasi atau transformasi simbul-simbul sebagai bilangan-bilangan dan huruf-huruf untuk tujuan meningkatkan kegunaannya. Pengolahan data mencakup semua kegiatan yang termasuk didalam mempertahankan akurasi dan rekor yang up-todate dari operasi suatu perusahaan. Pengolahan data meliputi pengumpulan data yang menggambarkan aktivitas perusahaan, manipulasi data menjadi bentuk yang berguna, menyimpan data sampai digunakan kembali, dan menghasilkan dokumen-dokumen yang dapat digunakan oleh perorangan ataupun kelompok, baik dari dalam maupun luar perusahaan.
_ Sistem Informasi Manajemen (SIM):
adalah sistem formal dan informal yang menyediakan informasi di masa lalu, sekarang, dan proyeksi masa depan baik secara lisan dan tulisan yang berhubungan dengan operasi perusahaan dan lingkungannya. Informasi ini penting bagi manajer atau karyawan dalam membantu pengambilan keputusan.
_ Sistem Penunjang Keputusan (Decision Support System=DSS):
merupakan sistem yang berbasis komputer yang diharapkan untuk digunakan oleh manajer tertentu atau sekumpulan manajer pada setiap level organisasi dalam pembuatan keputusan sebagai dasar untuk pemecahan masalah yang semi-struktural.
_ Otomatisasi Perkantoran (Office Automation=OA):
mencakup semua sistem formal dan informal yang pada intinya menekankan pada komunikasi informasi dari dan kepada orang-orang dalam perusahaan.
_ Experts System (ES):
adalah program komputer yang berfungsi sama seperti keahlian manusia, memberikan saran pada pemakai bagaimana memecahkan suatu masalah.
Manajemen Informasi
Seperti halnya manjer suatu kios majalah di lobby suatu hotel dapat mengelola usahanya dengan mengamati aktiva akitiva berwujudnya barang dagangan.Saat skala oprasi meningkat menjadi suatu perusahaan yang luas, manjer tidak lagi dapat mengandalkan pengamatan, tetapi harus lebih mengandalkan informasi.Manajer menggunakan banyak laporan atau tampilan informasi untuk mencerminkan kondisi fisik perusahaan.Dapat di bayangkan dengan mudah direktur wal mart atau nestle hampir sepenuhnya harus mengandalkan informasi.Para eksekutif ini sangat mungkin menganggap informasi sebagai sumber daya mereka yang paling berharga.
Jenis-jenis utama sumber daya
Manajer mengelola lima jenis utama sumber daya :
- Manusia
- Material
- Mesin (termasuk fasilitas dan energy)
- Uang
- Informasi (termasuk data)
Manajemen Sumber Daya
Sumber daya diperoleh dan disusun agar siap digunakan saat diperlukan.Sangat sering proses penyusunan membutuhkan pengubahan suatu bahan mentah menjadi suatu bentuk yang lebih halus,seperti pelatihan pegawai atau kontruksi suatu bagian mesin yang khusus.Setelah sumber daya ini di susun,manajer berusaha untuk memaksimalkan penggunaanya.Ia meminimalkan waktu yang terbuang dan menjaganya agar berfungsi pada efesien puncak.
Pengetahuan Manajemen
Istilah “mengerti” di gunakan untuk menggambarkan dua jenis pengetahuan yang merupakan kunci untuk menggunakan computer.Istilah yang satu adalah mengerti computer (computer literacy) ; dan yang lain adalah mengerti informasi (informasi literacy)
Bagaimana Informasi Dikelola
Manajer bukan saja mengelola sumberdaya fisik, tetapi juga sumberdaya konseptual. Manajer memastikan bahwa data mentah yang diperlukan terkumpul dan kemudian diproses menjadi informasi yang berguna. Kemudian dipastikan siapa yang layak memperoleh informasi tersebut dalam bentuk yang tepat pada saat yang tepat sehingga informasi tersebut dapat dimanfaatkan. Akhirnya manajer membuang informasi yang tidak berguna dan menggantikan dengan yang mutakhir dan akurat. Seluruh aktivitas ini: memperoleh informasi, menggunakan secara efektif, dan membuangnya pada saat yang tepat disebut manajemen informasi.
Siapakah Para Pemakai?
Pada awalnya pemakai output komputer adalah adalah pegawai administrasi di bagian akuntansi, yang komputernya melakukan aplikasi pembayaran gaji, pengelolaan persediaan, dan penagihan. Para pemakai komputer meliputi: manajer, non-manajer, dan orang-orang dan
organisasiorganisasi dalam lingkungan perusahaan. Tingkatan manajemen adalah tingkat perencanaan strategis, seperti direktur dan para wakil direktur. Manajer tingkat menengah mencakup manajer wilayah, direktur produk dan kepala devisi dinamakan tingkat pengendalian manajemen. Dan manajer tingkat bawah mencakup kepala departemen, penyelia, dan pimpinan proyek yang bertanggung jawab pada pelaksanaan rencana-rencana tingkat yang lebih tinggi disebut tingkat pengendalian operasional.
Mengerti Komputer
Pengetahuan mengenai computer yang di perlukan untuk berfungsi di masa kini disebut mengert computer (computer literacy),pengetahuan ini mencangkup pengertian mengenai istilah istilah computer,pemahaman mengenai unggulan dan kelemahan computer
Mengerti Informasi
Selain mengerti computer,manejer modern harus mengerti informasi.Mengerti informasi (information literacy) meliputi pengertian bagaimana menggunakan informasi.
Elemen-Elemen Sistem
Semua system tidak memiliki kombinasi elemen elemen yang sama tetapi sususnan dasar.Sumber daya input di ubah menjadi sumber daya output,Sumber daya mengalir dari elemen input melalui elemen transformasi kepada elemen output.Suatu mekanisme control memantau proses transformasi untuk meyakinkan bahwa system tersebut memenuhi tujuannya.Mekanisme control ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai susatu system dan mentediakan informasi bagi mekanisme control.
Jika pengaturan elemen ini digunakan untuk menjelaskan suatu bara.Proses pemanasan mengubah bahan bakar menjadi panas (output),mekanisme kontrolnya adalah thermostat, lingkaran umpan baliknya adalah tempratur yang di atur pada thermostat.
Sistem Lingkaran Terbuka dan Lingkaran tertutup
Sistem lingkaran terbuka adalah suatu sistem tanpa kontrol, lingkaranbalik, dan tujuan. Sebaliknya sistem lingkaran tertutup adalah sistem dengantiga elemen kontrol (tujuan, mekanisme kontrol, dan lingkaran umpan balik). Kalau berbicara sistem, tentu ada sub-sistem dan supra sistem. Sub-sistem adalah sistem di dalam sistem. Supra sistem adalah sistem yang lebih besar dari suatu sistem. Contoh: pemerintah kota adalah sistem, tetapi ia juga
merupakan bagian dari sistem yang lebih besar – pemerintahan propinsi
Perkembangan Konsep SIM
Usaha awal untuk menerapkan komputer dalam area bisnis terfokus pada data. Kemudian penekanan pada informasi dan pendukung keputusan. Sekarang, komunikasi dan konsultasi mendapat perhatian yang paling besar. Fokus Awal pada Data Selama paruh pertama abad dua puluh, saat punched card dan keydriven bookkeeping machines berada dalam masa jayanya, perusahaan-perusahaan umumnya mengabaikan kebutuhan informasi para manajer. Praktek ini
diteruskan dengan komputer generasi pertama yang terbatas untuk aplikasi akuntansi.
Nama untuk aplikasi akuntansi berbasis komputer adalah pengolahan data elektronik (electronic data processing=EDP). Istilah EDP tidak lagi populer dan telah disingkat menjadi data processing (DP). Kita menggunakan istilah Sistem Informasi Akuntansi (SIA) atau Accounting Information System untuk menggambarkan sistem yang memproses aplikasi aplikasi pengolahan data perusahaan. SIA menghasilkan beberapa informasi sebagai produk sampingan dari proses akuntansi. Fokus Baru pada Informasi Tahun 1964 diperkenalkan alat penghitung generasi komputer. Komputer baru ini menggunakan sirkuit silikon sehingga daya proses lebih besar. Masyarakat Global Masyarakat Lokal Masyarakat Masyarakat Keuangan Bisnis Bankbank lain Persh. Asuransi Lbg. Simp Pinjam Bank Nas. Org. Bisnis Lain Gereja,Sekolah, dll 7 Konsep penggunaan komputer sebagai SIM dipromosikan oleh pembuat komputer untuk mendukung peralatan baru tersebut. Konsep SIM menyadari bahwa aplikasi komputer harus diterapkan untuk tujuan utama menghasilkan informasi manajemen. Konsep ini banyak diterima perusahaan besar. Perkembangannya tidak mulus, karena: (1) kurangnya pengetahuan tentang komputer, (2) kurangnya pengetahuan tentang bisnis dan keawaman spesialis informasi mengenai peran manajemen, (3) peralatan komputer mahal dan terbatas, dan lain-lain. Kesalahan secara khusus adalah sistem tersebut terlalu ambisius.
Fokus Revisi pada Pendukung Keputusan
Sementara banyak orang hanya mengamati dari pinggir saat perusahaan-perusahaan berjuang dengan SIM raksasa mereka, sejumlah ilmuwan informasi di Massachusetts Institute of Technology (MIT) memformulasikan pendekatan yang berbeda. Ilmuwan ini adalah Michael S. Scott Morton, G. Anthony Gorry, dan Peter G.W. Keen dan konsep mereka disebut Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System = DSS).
Pada tahun-tahun awal era DSS, terdapat banyak argumen mengenai DSS dan SIM. Apakah DSS menawarkan pendekatan baru pada penggunaan komputer dan jika memang demikian bagaimana?.
SIM adalah suatu sumberdaya organisasional. SIM dimaksudkan untuk menyediakan informasi pemecahan masalah bagi sekelompok manajer secara umum, sedangkan DSS dimaksudkan untuk mendukung satu orang manajer secara khusus.
Fokus Sekarang pada Komunikasi
Pada saat DSS berkembang, perhatian juga difokuskan pada aplikasi komputer yang lain: otomatisasi kantor (office automation = OA). OA memudahkan komunikasi dan meningkatkan produktivitas diantara para manajer dan pekerja kantor melalui penggunaan alat-alat elektronik.
OA dimulai pada tahun 1964 saat IBM mengumumkan produknya, Magnetic Tape/Selectric Typewriter (MT/ST), yaitu mesin tik yang dapat mentik kata-kata yang telah direkam dalam pita magnetik. Operasi pentikan ini mengarah pada aplikasi OA yang disebut pengolahan kata (word processing).
OA berkembang meliputi aplikasi: konferensi jarak jauh (teleconferencing), voice mail, surat elektronik (electronic mail), electronic calendaring, facsimile transmission, dan desktop publishing.
Fokus Potensial pada Konsultasi
Perkembangan saat ini adalah penerapan kecerdasan buatan (artificial intelligence = AI), bagi masalah-masalah bisnis. Ide dasar AI adalah bahwa bahwa komputer dapat diprogram untuk melaksanakan sebagian penalaran logis yang sama seperti manusia. Bagian khusus dari AI, yaitu sistem pakar (expert system = ES) yang paling banyak mendapatkan perhatian.
Langganan:
Postingan (Atom)