Senin, 24 Juni 2013

Bahan 5 : Ethical Implications of Information Technology

A. Realitas Sistem Informasi (SI)
Sejak permulaan peradaban, Orang bergantung pada sistem informasi untuk berkomunikasi antara satu dengan yang lain dan dengan menggunakan berbagai jenis instrumen/alat fisik (hardware), perintah dan prosedur pemrosesan informasi (software), saluran komunikasi (jaringan) dan data yang di simpan (sumber daya data).

B. Pengertian Tentang Sistem Informasi (SI)
| Sistem Informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, softwarejaringan
komunikasi dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam
sebuah organisasi.
| Sistem Informasi adalah satu Kesatuan data olahan yang terintegrasi dan saling melengkapi yang
menghasilkan output baik dalam bentuk gambar, suara maupun tulisan.
| Sistem informasi adalah sekumpulan komponen pembentuk sistem yang mempunyai keterkaitan antara
satu komponen dengan komponen lainnya yang bertujuan menghasilkan suatu informasi dalam suatu
bidang tertentu.
Tetapi Pengertian Sistem Informasi Secara umum merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses dan berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan.

C. Konsep – Konsep Dasar Sistem Informasi (SI)
Komponen – Komponen Penting Dalam Sistem Informasi :
1. Sumber Daya Manusia
  1. Sumber Daya Hardware
  2. Sumber Daya Software
  3. Sumber Daya Data
  4. Sumber Daya Jaringan

D. Sumber Daya Sistem Informasi dan Produknya
1. Sumber Daya Manusia (SDM)

a. Para Pakar
: Sistem Analis, Pembuat Software dan Sistem Operator.

b. Pemakai Akhir (End User)     : Orang Lain Yang Menggunakan Sistem Informasi.

2. Sumber Daya Hardware
a. Mesin
b. Media
3. Sumber Daya Software
a. Program
b. Prosedur
: Komputer, Monitor Video, disk drive magnetis, printer, dll.
: Floppy disk magnetic tape, formulir kertas dan kartu plastik.
: Program sistem operasi, program spreadsheets, program word prcessing dan program penggajian. : Prosedur entri data, prosedur perbaikan kesalahan dan prosedur dan pendistribusian cek gaji.



4. Sumber Daya Data
: Deskripsi produk, Catatan Pelanggan, file kepegawaian dan database persedian.



5. Sumber Daya Jaringan
: Media Komunikasi, pemrosesan komunikasi, software untuk akses dan pengendalian jaringan.

E. Macam – Macam Tantangan Sistem Informasi (SI)
1. Sistem Informasi Strategis, Kompetitif , Tekanan Kompetitif
1. Sistem Informasi Strategis dan Kompetitif
  1. Kepemimpinan dalam biaya
  2. Diferensiasi
  3. Inovasi
  4. Pertumbuhan
  5. Persekutuan
  6. Strategi Lainnya
2. Sistem Informasi Tekanan Kompetitif
  1. Persaingan para Pesaing
  2. Ancaman Pemain Baru
  3. Ancaman Pengganti
  4. Daya Tawar Pelanggan
  5. Daya Tawar Pemasok
2. Arsitektur Informasi Yang Mendukung Tujuan
Ada beberapa definisi tentang arsitektur informasi :
•   Arsitektur    informasi    adalah    bentuk    khusus    yang    menggunakan    teknologi    informasi    dalam
organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan atau fungsi-fungsi yang telah dipilih. (Laudon 1998).
• Arsitektur Informasi adalah desain sistem komputer secara keseluruhan (termasuk sistem jaringan)
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi yang spesifik. (Zwass.1998)

Ada 3 Macam Arsitektur Informasi Yang Mendukung Tujuan Diantaranya adalah :
1. Arsitektur Tersentralisasi
Arsitektur ini sudah dikenal semenjak tahun 1960-an dengan mainframe sebagai faktor utama. Mainframe adalah komputer yang berukuran relatif besar yang ditujukan untuk menangani data yang berukuran besar,dengan ribuan terminal untuk mengakses data dengan tanggapan yang sangat cepat dan melibatkan jutaan transaksi.
2. Arsitektur Desentralisasi
Arsitektur desentralisasi merupakan konsep dari pemrosesan data tersebar (terdistribusi). Sistem pemrosesan data terdistribusi (atau biasa disebut sebagai komputasi tersebar) sebagai sistem yang terdiri atas sejumlah komputer yang tersebar pada berbagai lokasi yang dihubungkan dengan sarana telekomunikasi dengan masing-masing komputer mampu melakukan pemrosesan yang serupa secara mandiri, tetapi bisa saling berinteraksi dalam pertukaran data.
3. Arsitektur Client/Server
Pada arsitektur ini ada sebagian yang disebut client dan ada yang disebut server. Server adalah sistem atau proses yang menyediakan data atau layanan yang diminta oleh client. Secara fisik sebuah server dapat berupa komputer (mainframe, mini – komputer, workstation ataupun PC) atau piranti lain (misalnya printer).
Client mempunyai kemampuan untuk melakukan proses sendiri. Ketika sebuah client meminta suatu data ke server, server akan segera menanggapinya dengan memberikan data yang diminta ke client bersangkutan. Setelah diterima client segera melakukan pemrosesan.

3. Investasi dan Nilai Informasi
■       Ternyata salah satu tantangan yang paling besar yang dihadapi sistem informasi dan jg manajer masa kini adalah jaminan bahwa perusahaan mereka sungguh-sungguh mendapatkan kembalian yang berarti dari uang yang mereka keluarkan untuk SI.
■       Di atas dijelaskan bahwa pentingnya SI sebagai investasi yang memproduksi nilai bagi perusahaan. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua perusahaan menyadari nilai yang kembali (good return) dari investasi SI tersebut.
■       Ada sesuatu pandangan lain yaitu penggunaan teknologi informasi (TI) untuk mendesain, memproduksi, mengirim dan merawat (maintain) produk baru. Sesuatu padangan yang lain adalah agar mendapat uang dengan menggunakan TI tersebut.
4. Rencana Tindakan, Tanggung Jawab Serta Kendali   Untuk Mencapai Operasi Komputer Yang Etis
Donn Parker dari SRI International menyarankan agar CIO mengikuti rencana sepuluh langkah dalam mengelompokkan perilaku dan menekankan standar etika dalam perusahaan, yaitu :
1. Formulasikan kode perilaku
2.  Tetapkan aturan prosedur yang berkaitan dengan masalah-masalah seperti penggunaan jasa
komputer untuk pribadi dan hak milik atas program dan data komputer
  1. Jelaskan sanksi yang akan diambil terhadap pelanggar, seperti teguran, penghentian dan tuntutan
  2. Kenali perilaku etis
5.  Fokuskan perhatian pada etika melalui program-program seperti pelatihan dan bacaan yang di
isyaratkan
  1. Promosikan UU kejahatan komputer dengan memberikan informasikan kepada karyawan
  2. Simpan suatu catatan formal yang menetapkan pertanggungjawaban tiap spesialis informasi untuk semua tindakannya, dam kurangi godaan untuk melanggar dengan program-program seperti audit etika.
8.  Dorong penggunaan program-program rehabilitasi yang memperlakukan pelanggar etika dengan
cara yang sama seperti perusahaan mempedulikan pemulihan bagi alkoholik
9. Dorong partisipasi dalam perkumpulan informasi
10. Berikan contoh

Menempatkan etika komputer dalam perspektif berbagai masalah sosial yang gawat ada sekarang ini, karena pemerintah dan organisasi bisnis gagal untuk menegakkan standar etika tertinggi dalam penggunaan komputer.
Sepuluh langkah yang dianjurkan Paker dapat diikuti CIO di perusahaan manapun untuk mengantisipasi penerapan etika jasa informasi. Organisasi SIM dipercayakan pada program komputer, pasokan, data, dokumentasi dan fasilitas yang terus meningkat ukuran dan nilainya. Kita harus memelihara standar kinerja, keamanan dan perilaku yang jelas membantu kita dalam memastikan integritas dan perlindungan berbagai aktiva ini. Karena itu, hal-hal berikut ini harus digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan kerja. Namun keberhasilan program ini tergantung pada kewaspadaan tiap anggota organisasi SIM pada nilai aktiva yang dipercayakan kepadanya. Harus disadari bahwa pelanggaran kepercayaan ini mengakibatkan tindakan pendisiplinan, termasuk pemberhentian.

F. Moral/Akhlak, Hukum dan Etika Pada Tekhnologi Informasi
Dibawah    ini    adalah    Berbagai    macam    –    macam    moral/akhlak,    hukum    dan    Etika    pada    saat pemakaian Tekhnologi Informasi diantaranya adalah sebagai berikut :
1.  Melakukan   semua   kegiatan   tanpa   kecurangan.   Hal   ini   mencakup   pencurian   atau   penyalahgunaan
uang, peralatan, pasokan, dokumentasi, program komputer, atau waktu komputer.
  1. Menghindari segala tindakan yang mengkompromikan integritas mereka. Misalnya pemalsuan catatan dan dokumen, modifikasi program dan file produksi tanpa ijin, bersaing bisnis dengan organisasi, atau terlibat dalam perilaku yang mungkin mempengaruhi perusahaan atau reputasinya. Para karyawan tidak boleh menerima hadiah dari pemasok, agen dan pihak-pihak seperti itu.
  2. Menghindari segala tindakan yang mungkin menciptakan situasi berbahaya. Termasuk membawa senjata tersembunyi di tempat kerja, mencederai orang lain atau mengabaikan standar keselamatan dan keamanan.
  3. Tidak menggunakan alkhohol atau obat terlarang saat bekerja dan tidak bekerja di bawah pengaruh alkhohol atau obat terlarang atau kondisi lain yang tidak bugar untuk bekerja.
  4. Memelihara hubungan yang sopan dan profesional dengan para pemakai, rekan kerja dan penyelia. Tugas pekerjaan harus dilaksanakan sesuai dengan permintaan supervisor dan manajemen serta harus sesuai dengan standar keamanan bekerja. Setiap penemuan pelanggaran perilaku atau keamanan harus segera dilaporkan.
  5. Berpegang pada peraturan kerja dan kebijakan pengupahan lain.
  6. Melindungi kerahasiaan atau informasi yang peka mengenai posisi persaingan perusahaan, rahasia dagang atau aktiva.
  7. Melakukan praktek bisnis yang sehat dalam mengelola sumber daya perusahaan seperti sumber daya manusia, penggunaan komputer, atau jasa luar.

G. Pentingnya Etika Komputer
Menurut James H. Moor ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada komputer, yaitu :
1.   Kelenturan logika     : kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang kita
inginkan .
  1. Faktor transformasi      : komputer dapat mengubah secara drastis cara kita melakukan sesuatu.
  2. Faktor tak kasat mata : semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan.
Ketiga    faktor   diatas    membuka   peluang   pada   nilai    -   nilai    pemprograman    yang   tidak    terlihat, perhitungan rumit yang tidak terlihat dan penyalahgunaan yang tidak terlihat.

H. Moral Etika dan Hukum Dalam Sistem Informasi
Moral        : Tradisi kepercayaan mengenai perilaku benar atau salah
Etika         : Satu set kepercayaan, standart atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok dan
masyarakat.
Hukum      : peraturan perilaku yang dipaksakan oleh otoritas berdaulat, seperti pemerintah pada rakyat
atau warga negaranya.

Penggunaan komputer dalam bisnis diarahkan oleh nilai-nilai moral dan etika dari para manajer, spesialis informasi dan pemakai dan juga hukum yang berlaku. Hukum paling mudah diiterprestasikan karena berbentuk tertulis. Dilain pihak etika dan moral tidak didefinisikan secara persis dan tidak disepakati oleh semua anggota masyarakat.
I. Etika dan Jasa Informasi
Etika komputer adalah sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial tekhnologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan tekhnologi tsb secara etis. Manajer yang paling bertanggungjawab terhadap etika komputer adalah CIO (Chief Information Officer). Etika komputer terdiri dari dua aktivitas utama yaitu
  1. CIO harus waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat.
  2. CIO harus berbuat sesuatu dengan menformulasikan kebijakan – kebijakan yang memastikan bahwa teknologi tersebut secara tepat.
Kekuatan yg dimiliki CIO dalam menerapkan etika IT (Information Technology) pada perusahaannya dan jg masyarakat sangat dipengaruhi kesadaran hukum, budaya etika dan kode etik profesional oleh CIO itu sendiri.
Namun ada satu hal yang sangat penting bahwa bukan hanya CIO sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer. Para manajer puncak lain juga bertanggungjawab. Keterlibatan seluruh perusahaan merupakan keharusan mutlak dalam dunia end user computing saat ini semua manajer di semua area bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka. Selain manajer setiap pegawai bertanggungjawab atas aktivitas mereka yang berhubungan dengan komputer.

J. Implikasi Etis Tekhnologi Informasi
Penggunaan tekhologi informasi akan berkaitan erat dengan moral, etika dan hukum. Moral merupakan tradisi kepercayaan mengenai prilaku yang benar dan salah dan berlaku secara universal. Sementara itu, etika adalah suatu kepercayaan, standar atau pemikiran yang mengisi suatu individu, kelompok atau masyarakat tertentu.
Etika dalam penggunaan teknologi informasi ditujukan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial dari pemanfaatan teknologi infomasi serta formulasi dan justifikasi atas kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Kelenturan logis dari teknologi memungkinkan seseorang secara tidak bertanggung jawab memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkannya demi kepentingan diri atau kelompok tertentu.
Etika dalam penggunaan komputer sedang mendapat perhatian yang lebih besar daripada sebelumnya. Masyarakat secara umum memberikan perhatian terutama karena kesadaran bahwa komputer dapat menganggu hak privasi individual.
Dalam dunia bisnis salah satu alasan utama perhatian tsb adalah pembajakan perangkat alat lunak yang menggerogoti pendapatan penjual perangkat lunak hingga milyaran dolar setahun. Namun subyek etika komputer lebih dalam daripada masalah privasi dan pembajakan. Komputer adalah peralatan sosial yang penuh daya dan dapat membantu atau mengganggu masyarakat dalam banyak cara. Semua tergantung pada cara penggunaannya.

K. Apakah Etika Komputer ?
Etika komputer didefinisikan sebagai analisis mengenai sifat dan dampak sosial teknologi komputer, serta formulasi dan justifikasi kebijakan untuk menggunakan teknologi tersebut secara etis. Karena itu, etika komputer terdiri dari dua aktifitas utama, dan pimpinan organisasi yang paling bertanggungjawab atas aktifitas tersebut. Kedua aktifitas tersebut adalah:
1. waspada dan sadar bagaimana komputer mempengaruhi masyarakat;
2.   karena  itu   harus   berbuat   sesuatu  dengan   memformulasikan  kebijakan-kebijakan   yang  memastikan
bahwa teknologi tersebut digunakan secara tepat.

Namun ada satu hal yang sangat penting, yaitu bukan hanya pimpinan puncak sendiri yang bertanggungjawab atas etika komputer; para pimpinan dilapis kedua, dan ketiga lainnya juga bertanggungajawab. Keterlibatan seluruh organisasi merupakan keharusan mutlak dalam dunia end-user computing saat ini, semua pimpinan di semua lapisan bertanggungjawab atas penggunaan komputer yang etis di area mereka; selain itu, setiap pegawai bertanggungjawab juga atas aktifitas mereka yang berhubungan dengan komputer.
Ada tiga alasan utama minat masyarakat yang tinggi pada etika komputer, yaitu:
1. Kelenturan logika (logical malleability)Kemampuan memprogram komputer untuk melakukan apapun yang diinginkan; komputer bekerja tepat dan sesuai seperti yang diinstruksikan oleh pembuat program. Kelenturan logika inilah yang bisa menakutkan masyarakat, tetapi pada dasarnya masyarakat tidak takut terhadap komputer; sebaliknya masyarakat bisa takut terhadap orang-orang yang memberi perintah di belakang komputer.
2.. Faktor transformasiAlasan kepedulian pada etika komputer ini didasarkan pada fakta bahwa komputer dapat mengubah secara drastis cara melakukan sesuatu. Sebagai contoh yang baik adalah surat elektronik (e-mail) yang tidak hanya memberikan cara berkomunikasi yang lain, tetapi memberikan cara berkomunikasi yang sama sekali baru. Transformasi seruapa dapat dilihat cara mengadakan rapat; jika pada masa lalu rapat harus dilakukan dengan berkumpul secara fisik, maka saat ini dapat dilakukan dalam bentuk konferensi video (video conference).
3. Faktor tak kasat mata (invisibility factors)Alasan lain minat masyarakat pada etika komputer adalah karena semua operasi internal komputer tersembunyi dari penglihatan. Operasi internal yang tidak nampak ini membuka peluang pada nilai-nilai pemrograman yang tidak terlihat (perintah-perintah yang programer kodekan menjadi program yang mungkin dapat atau tidak menghasilkan pemrosesan yang diinginkan pemakai), perhitungan rumit yang tidak terlihat (bentuk program-program yang sedemikian rumit sehingga tidak dimengerti oleh pemakai), dan penyalahgunaan yang tidak terlihat (tindakan yang sengaja melanggar batasan hukum dan etika).
Oleh karena itu masyarakat sangat memperhatikan etika komputer, masyarakat mengharapkan bisnis diarahkan oleh etika komputer, dan dengan demikian meredakan kekhawatiran tersebut.

PENUTUP
Kesimpulan
Untuk memecahkan permasalahan etika komputer, jasa informasi harus masuk ke dalam suatu kontrak sosial yang memastikan bahwa komputer akan digunakan untuk kebaikan sosial. Jasa informasi membuat kontrak dengan individu dan kelompok yang menggunakan atau yang mempengaruhi oleh output informasinya. Kontrak ini tidak tertulis tetapi tersirat dalam segala sesuatu yang dilakukan jasa informasi. Kontrak tersebut, menyatakan bahwa :
  1. Komputer tidak akan digunakan untuk sengaja mengganggu privasi orang.
  2. Setiap ukuran akan dibuat untuk memastikan akurasi pemrosesan komputer.
  3. Hak milik intelektual akan dilindungi.
  4. Komputer dapat diakses masyarakat sehingga anggota masyarakat terhindar dari ketidaktahuan informasi.
Etika komputer mengharuskan CIO untuk waspada pada etika penggunaan komputer dan menempatkan kebijakan yang memastikan kepatuhan pada budaya etika. Manajer-manajer lain dan semua pegawai yang menggunakan komputer atau yang terpengaruh oleh komputer turut bergabung dengan CIO dalam tanggung jawab ini. Masyarakat mementingkan etika komputer karena tiga alasan dasar, yaitu :
  1. Logika kelenturan komputer.
  2. Komputer mengubah cara hidup dan kerja kita.
Proses komputer tersembunyi dari penglihatan karena nilai-nilai pemprograman yang tidak terlihat


referensi dari : buku mcleod sistem informasi jilid II bab 5