Senin, 24 Juni 2013

Bahan 7 : System Life Cycle Methodologies

Siklus Hidup Pengembangan Sistem
Sistem Informasi adalah suatu sinergi antara data, mesin pengolah data (yang biasanya meliputi komputer, program aplikasi dan jaringan) dan manusia untuk menghasilkan informasi. Jadi sistem informasi bukan hanya aplikasi perangkat lunak. Sistem Informasi ada pada hampir setiap perusahaan atau instansi untuk mendukung kegiatan bisnis mereka sehari-hari. Biasanya porsi pengerjaan pengembangan sistem informasi diserahkan kepada orang-orang yang bekerja di bidang Teknologi Informasi.
Dalam membangun suatu sistem informasi (dalam hal ini lebih mengacu kepada pengertian aplikasi perangkat lunak) digunakan metode Siklus Hidup Pengembangan Sistem (System Development Life Cycle atau SDLC). SDLC terdiri dari sejumlah tahapan yang dilaksanakan secara berurutan. Secara umum tahapan dari SDLC adalah sebagai berikut:
  1. Pengumpulan data (data gathering)
    Jika sudah ada sistem yang berjalan sebelumnya maka perlu dilakukan pengumpulan data dan informasi yang dihasilkan dari sistem yang ada. Pengumpulan laporan (report), cetakan (print-out), dsb baik yang sudah ada maupun yang diharapkan untuk ada pada sistem yang baru. Interview dan questionnaire terhadap orang-orang yang terlibat dalam sistem juga mungkin perlu dilakukan. Apabila sistem yang akan dikembangkan benar-benar baru (belum ada sistem informasi sebelumnya) maka pada tahapan ini pengembang bisa lebih menekankan kepada studi kelayakan dan definisi sistem.
  1. Analisa Sistem
    Jika tahapan pengumpulan data dilakukan dengan melibatkan klien atau pengguna sistem informasi, maka mulai dari tahapan analisa lebih banyak dilakukan oleh pihak pengembang sendiri. Analisa terhadap sistem yang sedang berjalan dan sistem yang akan dikembangkan. Mendefinisikan objek-objek yang terlibat dalam sistem dan batasan sistem.
  1. Perancangan Sistem (design)
    Merancang alir kerja (workflow) dari sistem dalam bentuk diagram alir (flowchart) atau Data Flow Diagram (DFD). Merancang basis data (database) dalam bentuk Entity Relationship Diagram (ERD) bisa juga sekalian membuat basis data secara fisik. Merancang input ouput aplikasi (interface) dan menentukan form-form dari setiap modul yang ada. Merancang arsitektur aplikasi dan jika diperlukan menentukan juga kerangka kerja (framework) aplikasi. Pada tahapan ini atau sebelumnya sudah ditentukan teknologi dan tools yang akan digunakan baik selama tahap pengembangan (development) maupun pada saat implementasi (deployment).
  1. Penulisan kode program (Coding)
    Programming (desktop application) atau Scripting (web-based application) hanyalah salah satu tahapan dari siklus hidup pengembangan sistem. Tahapan ini dilakukan oleh satu atau lebih programmer. Jika tahapan analisa dan perancangan sistem telah dilakukan dengan baik, maka porsi tahapan coding tidaklah besar.
  1. Testing
    Biasanya tahapan ini dilakukan oleh Quality Assurance dari pihak pengembang untuk memastikan bahwa software yang dibangun telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu metodenya bisa dengan menginput sejumlah data pada sistem baru dan membandingkan hasilnya dengan sistem lama. Apabila diperlukan maka tahapan ini bisa dibagi menjadi dua yaitu testing oleh pihak pengembang (alpha testing) dan testing oleh pihak pengguna (beta testing).
  1. Instalasi
    Pada pengembangan aplikasi Client-Server, umumnya terdapat server untuk development, testing dan production. Server development berada di tempat pengembang dan dipergunakan selama pengembangan dan bisa juga setelahnya untuk perbaikan aplikasi secara terus menerus (continuous improvements). Server testing berada di tempat pengembang dan bisa juga di tempat pengguna apabila diperlukan beta testing. Setelah aplikasi dirasa siap untuk dipergunakan maka digunakanlah server production yang berada di tempat pengguna. Pada prakteknya di tempat pengembang juga bisa terdapat server production yaitu server yang memiliki spesifikasi hardware dan software yang sama dengan server di tempat pengguna. Hal ini dimaksudkan agar apabila ditemukan error atau bug pada aplikasi di tempat pengguna maka pengembang dapat mudah mencari penyebabnya pada server production mereka.
  1. Pelatihan
    Pihak pengembang memberikan training bagi para pengguna program aplikasi sistem informasi ini. Apabila sebelumnya tidak dilakukan beta testing maka pada tahapan ini juga bisa dilangsungkan User Acceptance Test.
  1. Pemeliharaan
    Maintenance bertujuan untuk memastikan bahwa sistem yang digunakan oleh pihak pengguna benar-benar telah stabil dan terbebas dari error dan bug. Pemeliharaan ini biasanya berkaitan dengan masa garansi yang diberikan oleh pihak pengembang sesuai dengan perjanjian dengan pihak pengguna. Lamanya waktu pemeliharaan sangat bervariasi. Namun pada umumnya sistem informasi yang kompleks membutuhkan masa pemeliharaan dari enam bulan hingga seumur hidup program aplikasi.
Secara teori inilah siklus hidup pengembangan sistem. Namun pada prakteknya hal ini tidaklah selalu mulus untuk dilaksanakan. Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangan sistem informasi. Terutama adalah pada faktor manusia yang terlibat. Dari pihak pengembang, kurangnya keahlian dan pengalaman bisa menyebabkan kesalahan dalam satu tahapan sehingga menyebabkan siklus ini harus diulangi dari tahapan yang salah. Bisa terjadi bahwa siklus ini dilakukan sampai berulang-ulang.
Dari pihak pengguna, idealnya perlu bersama-sama dengan pihak pengembang untuk memahami sistem informasi mulai dari awal siklus hidup pengembangan sistem. Namun yang sering terjadi pihak pengguna menyerahkan semuanya kepada pihak pengembang sehingga pada saat implementasi (testing atau training) pihak pengguna tidak menyetujui (menolak) sebagian atau seluruh rancangan dari sistem yang telah selesai dibangun oleh pihak pengembang.
Apabila perlu dilakukan revisi dan pengulangan tahapan siklus hidup pengembangan sistem tentu saja akan menambah beban biaya, tenaga dan waktu dari kedua belah pihak. Hal-hal seperti inilah yang menyebabkan banyak proyek pengembangan sistem informasi gagal atau berhenti di tengah jalan.

METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM
Siklus hidup sistem terdiri dari 5 tahap. Empat tahap pertama :
perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan – dimaksudkan bagi
pengembangannya. Tahap kelima untuk penggunaannya. Semua tahap
dapat melibatkan pemakai, spesialis informasi jika end-user computing
tidak diikuti sepenuhnya. Eksekutif menetapkan kebijaksanaan dan
membuat rencana yang mengatur pemakaian komputer. Pada tingkat
yang sedikit lebih rendah, suatu komite khusus yang disebut dengan
komite pengarah SIM (MIS steering committee) dapat mengelola seluruh
siklus hidup dalam perusahaan. Ketika tiap siklus hidup melalui tahap
pengembangan, para pemimpin proyek mengawasi para anggota tim.
Siklus hidup sistem merupakan penerapan pendekatan sistem
untuk tugas mengembangkan dan menggunakan sistem berbasis
komputer. Pengembangan sistem yang lebih responsif dapat dicapai
dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan
pengembangan berbasis komputer (computer-based development tools).
Dua peningkatan itu adalah prototyping dan rapid application
development (RAD), dan peralatan tersebut termasuk kategori CASE
(Computer-aided software engineering).
1.Siklus hidup
Siklus hidup sistem (system life cycle-SLC), adalah proses evolusioner
yang diikuti dalam menerapkan sistem atau subsistem informal
berbasis komputer. SLC dilakukan dengan pendekatan sistem secara
teratur dan dilakukan secara top-down, oleh karenanya sering disebut
pendekatan air terjun (waterfall approach) bagi pengembangan dan
penggunaan sistem.
Tahap-tahap siklus hidup sistem, empat yang pertama
dinamakan sisklus hidup pengembangan sistem (system development
life cycle-SDLC). Tahap kelima, tahap penggunaannya yang
berlangsung sampai waktunya untuk merancang sistem itu kembali.
Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajer unit
jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analis sistem, pemrograman,
dan operasi. Kecenderungan sekarang ditangani oleh tingkat yang lebih
tinggi dan lebih rendah. Gambaran sifat hirarkis manajemen siklus
hidup sistem
Pemasaran
Manufaktur
Keuangan
Sumber daya
manusia
Saat sistem memiliki nilai strategis atau mempengaruhi seluruh
organisasi, direktur utama atau komite eksekutif mungkin
memutuskan untuk mengawasi proyek pengembangannya. Ketika lingkup
sistem menyempit dan fokusnya lebih operasional, kemungkinan besar
dipegang oleh yang lebih rendah seperti wakil direktur utama, direktur
bagian administrasi dan CIO.
Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus. Jika
tujuannya memberi petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang
berkesinambungan, komite ini disebut komite pengarah. Komite
pengarah yang mengarahkan penggunaan sumberdaya komputer
perusahaan disebut komite pengarah SIM. Anggota tetap komite
pengarah SIM melibatkan eksekutif tingkat tinggi. Sedangkan anggota
sementara meliputi manajer yang lebih rendah dan para konsultan
selama keahliannya dibutuhkan.
Eksekutif
Komite
Pengarah
SIM
Pemimpin
proyek tim
model lokasi
gudang
Pimpinan
proyek tim
MRP II
Pimpinan
proyek tim
sistem ISDN
Project leader
Credit Approval
System Team
Pemimpin proyek tim
sistem informasi SDM

Tugas dan fungsi utama komite pengarah SIM:
· Menetapkan kebijakan, yang memastikan dukungan komputer
untuk mencapai tujuan strategis perusahaan;
· Menjadi pengendali keuangan, dengan bertindak sebagai badan
yang berwenang memberi persetujuan bagi semua permintaan dana
yang berhubungan dengan komputer;
· Menyelesaikan pertentangan, yang timbul sehubungan dengan
prioritas penggunaan komputer.
Dengan memusatkan manajemen siklus hidup sistem dalam
komite pengarah, diperoleh dua keuntungan:
· Semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk
mendukung pemakai di seluruh perusahaan;
· Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan
mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.
Komite pengarah SIM jarang terlibat langsung dalam rincian
pekerjaan, tanggung jawab ini ada pada tim proyek. Tim proyek
mencakup semua orang yang ikut serta dalam pengembangan sistem
berbasis komputer. Kegiatan tim proyek ini diarahkan oleh pemimpin
proyek.
2. Tahap Perencanaan
Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS:
· Menentukan lingkup dari proyek;
· Mengenali berbagai area permasalahan potensial;
· Mengatur urutan tugas;
· Memberikan dasar untuk pengendalian.
Adapun langkah-langkah dalam tahap perencanaan
Komite pengarah SIM Manajer Analis Sistem
1) Menyadari Masalah: kebutuhan adanya proyek CBIS biasanya
dirasakan oleh manajer perusahaan, non manajer dan unsur-unsur
dalam lingkungan perusahaan.
2) Mendefinisikan masalah: setelah sadar akan adanya masalah,
manajer harus memahaminya dengan baik agar dapat mengatasinya.
3) Menentukan tujuan sistem: manajer dan analis sistem
mengembangkan suatu daftar tujuan sistem yang harus dipenuhi oleh
sistem untuk memuaskan pemakai.
4) Mengidentifikasi kendala-kendala sistem: kendala-kendala ini
penting untuk diidentifikasi sebelum sistem benar-benar mulai
dikerjakan.
5) Membuat studi kelayakan: studi kelayakan adalah suatu tinjauan
sekilas pada faktor-faktor utama yang akan mempengaruhi
2. Mendefinisikan
masalah
3. Menentukan
tujuan sistem
4. Mengidentifikasi
kendala
sistem
Konsultasi
5. Membuat studi
kelayakan
6. Menyiapkan usulan
penelitian
7. Setuju atau menolak penelitian proyek
8. Menetapkan mekanisme pengendalian
1. Menyadari
masalah

kemampuan sistem untuk mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.
Ada enam dimensi kelayakan:
· Teknis: tersediakah perangkat keras dan perangkat lunak untuk
melaksanakan pemrosesan yang diperlukan?
· Pengembalian ekonomis: dapatkah sistem yang diajukan dinilai
secara keuangan dengan membandingkan kegunaan dan biayanya?
· Pengembalian non ekonomis: dapatkah sistem yang diajukan
dinilai berdasarkan keuntungan-keuntungan yang tidak dapat
diukur dengan uang?
· Hukum dan etika: akankah sistem yang diajukan beroperasi
dalam batasan hukum dan etika?
· Operasional: akankah rancangan sistem seperti itu akan didukung
oleh orang-orang yang menggunakannya?
· Jadwal: mungkinkah menerapkan sistem dalam kendala waktu
yang ditetapkan?
6) Mempersiapkan usulan penelitian sistem: jika sistem dan proyek
layak, diperlukan penelitian sistem yang menyeluruh. Penelitian sistem
(system study) akan memberikan dasar yang terinci untuk rancangan
sistem baru. Analis akan menyiapkan usulan penelitian sistem yang
memberikan dasar bagi manajer untuk menentukan perlu tidaknya
pengeluaran untuk analis.
7) Menyetujui atau menolak penelitian proyek: manajer dan komite
pengarah menimbang pro dan kontra dari proyek dan rancangan
sistem yang diusulkan, serta menentukan apakah perlu diteruskan
atau tidak.
8) Menetapkan mekanisme pengendalian: sebelum proyek dimulai
perlu ditetapkan mekanisme pengendaliannya. Jumlah waktu yang
diperlukan dinyatakan dalam orang-bulan. Setelah proyek jalan perlu
dimonitor. Berbagai teknik dokumentasi yang dapat digunakan antara
lain: tabel, grafik, diagram jaringan (network diagram: PERT dan CPM).
3. Tahap Analisis
Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang telah ada dengan
tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbaharui. Adapun
tahapan dalam analisis sistem adalah:
Komite pengarah SIM Manajer Analis sistem
1) Mengumumkan Penelitian Sistem: untuk mengurangi kekuatiran
akan adanya aplikasi komputer baru, kiranya perlu dikomunikasikan
dengan cara (a) alasan perusahaan melaksanakan proyek; dan (b)
bagaimana sistem baru akan menguntungkan perusahaan dan
pegawai;
2) Mengorganisasikan tim proyek: sebaiknya pemimpin proyek adalah
spesialis informasi, jangan pemakai;
3) Mendefinisikan kebutuhan pemakai: pengumpulan informasi
kebutuhan pemakai dapat dilakukan dengan: wawancara perorangan,
pengamatan, pencarian catatan dan survei. Wawancara lebih disukai,
karena: (1) adanya komunikasi dua arah dan pengamatan terhadap
bahasa tubuh; (2) meningkatkan antusiasme pada proyek baik dari
pihak spesialis, maupun pemakai; (3) dapat menjalin kepercayaan
Mengumumkan penelitian sistem
Mengorganisasikan tim proyek
Mendefinisikan kebutuhan informasi
Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
Menyiapkan
Usulan
rancangan
Menerima atau menolak rancangan
antara pemakai dan spesialis informasi; (4) memberi kesempatan bagi
peserta proyek kalau ada perbedaan pandangan. Dokumentasinya
dapat berupa flowchart, diagram arus data (data flow diagram), dan
grafik serta penjelasan naratif dari proses dan data. Semua
dokumentasi ini yang menjelaskan sistem ini disebut kamus proyek.
4) Mendefinisikan kriteria kinerja sistem: setelah kebutuhan informasi
didefinisikan, langkah selanjutnya adalah menspesifikasikan secara
tepat kriteria kinerja sistem. Contoh, manajer pemasaran
menetapkan kriteria laporan biaya bulanan sbb: (1) laporan disiapkan
dalam kertas dan tampilan; (2) laporan disediakan tidak lebih dari 3
hari setelah akhir bulan; (3) laporan harus membandingkan
pendapatan dan biaya aktual dengan anggaran.
5) Menyiapkan usulan rancangan: analis sistem memberikan
kesempatan bagi manajer untuk membuat keputusan
teruskan/hentikan untuk kedua kalinya. Manajer harus menyetujui
tahap rancangan dan dukungan bagi keputusan itu termasuk usulan
rancangan.
6) Menyetujui atau menolak rancangan proyek: manajer dan komite
pengarah SIM mengevaluasi usulan rancangan dan menentukan
apakah disetujui atau tidak.
4. Tahap Rancangan
Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang
diperlukan oleh sistem baru. Untuk sistem berbasis komputer biasanya
dalam rancangan ada spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Menyiapkan rancangan sistem yang terinci: analis bekerja sama
dengan pemakai dan mendokumentasikan rancangan sistem baru
dengan alat-alat yang telah dijelaskan dalam modul teknis.
Penggambaran dilakukan dari yang besar dan secara bertahap secara
rinci dengan pendekatan top-down dan ini biasanya dilakukan untuk
rancangan terstruktur (structured design).
2) Mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem: analis
harus mengidentifikasikan konfigurasi (bukan merek atau model)
peralatan komputer yang akan memberikan hasil terbaik bagi sistem
untuk menyelesaikan pemrosesan.
3) Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem: analis bekerja
bersama manajer mengevaluasi berbagai alternatif dan dipilih yang
paling memungkinkan subsistem memenuhi kriteria kinerja, dengan
kendala-kendala yang ada.
4) Memilih konfigurasi yang terbaik: analis mengevaluasi semua
konfigurasi subsistem dengan menyesuaikan kombinasi peralatan
sehingga semua subsistem menjadi satu konfigurasi tunggal. Setelah
dianalisis kemudian direkomendasikan kepada manajer untuk
disetujui. Persetujuan dilakukan oleh Komite pengarah SIM.
5) Menyetujui usulan penerapan: analisis menyiapkan usulan
penerapan yang mengikhtisarkan tugas-tugas penerapan yang harus
dilakukan, keuntungan yang diharapkan dan biayanya.
6) Menyetujui atau menolak penerapan sistem: jika keuntungan dari
sistem melebihi biayanya, penerapan akan disetujui.
Secara keseluruhan dapat digambarkan:
Komite pengarah SIM Manajer Analis sistem
5. Tahap Penerapan
Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan
sumberdaya fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang
bekerja. Adapun tahapannya adalah:
1) Merencanakan penerapan: sebelum sistem baru digunakan, manajer
dan spesialis informasi memahami dengan baik pekerjaan yang
diperlukan untuk menerapkan rancangan sistem.
Mengatur
Menyiapkan rancangan
sistem terinci
Mengidentifikasi alternatif
konfigurasi sistem
Konflik konfigurasi terbaik
Memilih konfigurasi terbaik
Menyiapkan usulan
penerapannya
Menyetujui atau menolak penerapan
sistem
2) Mengumumkan penerapan: proyek penerapan diumumkan kepada
para pegawai dengan cara yang sama seperti penelitian sistem.
Tujuannya untuk menginformasikan pegawai mengenai keputusan
untuk menerapkan sistem baru dan meminta kerjasama pegawai.
3) Mendapatkan sumberdaya perangkat keras: rancangan sistem
disediakan bagi para pemasok berbagai jenis peralatan komputer yang
terdapat pada konfigurasi yang disetujui. Setiap pemasok diberikan
request for proposal (RFP).
4) Mendapatkan sumberdaya perangkat lunak: dapat membuat sendiri
oleh programmer dari dokumen yang disiapkan analis sistem atau
menggunakan perangkat lunak aplikasi jadi (prewritten application
software).
5) Menyiapkan database: DBA bertanggungjawab untuk semua kegiatan
yang berhubungan dengan data, dan ini mencakup persiapan
database.
6) Menyiapkan fasilitas fisik: fasilitas di sini adalah lantai yang
ditinggikan, pengendalian suhu ruangan dan kelembaban khusus,
keamanan, peralatan pendeteksi api dan pemadam kebakaran, dsb.
7) Mendidik peserta dan pemakai: baik peserta (operator pemasukan
data, pegawai coding, dan administrasi) dan pemakai harus dididik
tentang peran mereka dalam sistem. Pendidikan sebaiknya setelah
siklus hidup dimulai, tepat sebelum bahan-bahan yang dipelajari
mulai diterapkan.
8) Masuk ke sistem baru: proses menggantikan sistem lama ke sistem
baru disebut cutover. Ada 4 pendekatan dasar: percontohan (pilot
project), serentak, bertahap, dan paralel.
Komite pengarah SIM Manajer Spesialis informasi
Merencanakan penerapan
Mengumumkan penerapan
Mengatur
Mengatur
Mendapatkan sumberdaya
H/W
Mendapatkan sumberdaya
S/W
Menyiapkan database
Menyiapkan fasilitas fisik
Mendidik peserta dan pemakai
Masuk ke sistem baru

Tahap Penggunaan
Tahap penggunaan terdiri dari 3 langkah :
Komite pengarah SIM Manajer Spesialis informasi
Mengatur
1 Menggunakan
sistem
2 Audit sistem
3 Memelihara
System
1) Menggunakan sistem. Pemakai menggunakan sistem untuk
mencapai tujuan yang diidentifikasikan pada tahap perencanaan.
2) Audit sistem. Penelitian apakah sistem baru memenuhi kriteria
kinerja. Studi ini disebut “penelaahan setelah penerapan” (post
implementation).
3) Memelihara sistem. Selama manajer menggunakan sistem,
berbagai modifikasi dibuat sehingga sistem terus memberikan
dukungan yang diperlukan. Modifikasi ini disebut pemeliharaan
sistem. Ada 3 alasan untuk pemeliharaan :
a) Memperbaiki kesalahan.
b) Menjaga kemutakhiran sistem.
c) Meningkatkan sistem.
Menempatkan Siklus Hidup Sistem
Dalam Perspektif
Guna memberi respon yang lebih baik bagi kebutuhan pemakai,
spesialis informasi telah membuat modifikasi pada system life cycle
(SLC) sehingga waktu penerapan berkurang. Ada dua modifikasi yang
dapat dilakukan yaitu prototyping dan Rapid Application Development
(RAD).
Prototipe memberikan ide bagi pembuat maupun pemakai potensial
tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk lengkapnya.
Prosesnya disebut prototyping. Ada 2 jenis prototype: Prototipe
jenis I sesungguhnya menjadi sistem operasional; Prototipe jenis II
merupakan suatu model yang dapat berfungsi sebagai cetak biru bagi
sistem operasional.
Pengembangan Prototipe Jenis I
Tidak
1 Ya
2 3 4
Di dalam mengembangkan prototype, analis sistem bekerjasama
dengan spesialis informasi lain, menggunakan satu atau lebih
peralatan prototyping. Untuk mengembangkan prototype, salah satu
contoh peralatannya adalah “Integrated application generator”,
yaitu suatu S/W jadi yang mampu menghasilkan semua feature yang
diinginkan sistem baru – menu, laporan, layar, database, dan
sebagainya. Prototyping Toolkits mencakup sistem-sistem S/W
terpisah yang masing-masing mampu untuk menghasilkan sebagian
features sistem yang diinginkan.
Pengembangan Prototype Jenis II
Tiga langkah pertama sama, langkah-langkah selanjutnya :
4) Mengkodekan sistem operasional, programmer menggunakan
prototype sebagai dasar untuk pengkodean sistem operasional.
5) Menguji sistem operasional _ oleh programmer.
6) Menentukan jika sistem operasional dapat diterima.
7) Menggunakan sistem operasional.
Potensi Kegagalan Prototyping :
· Ketergesaan membuat prototype mungkin menghasilkan jalan
pintas dalam definisi permasalahan, evaluasi alternatif dan
dokumentasi.
· Pemakai mungkin begitu tertarik dengan prototype sehingga mereka
mengharapkan sesuatu yang tidak realistic dari sistem operasional.
· Prototipe Jenis I mungkin tidak seefisien sistem yang dikodekan
dalam bahasa programming.
· Hubungan komputer-manusia yang disediakan oleh peralatan
prototyping tertentu mungkin tidak mencerminkan teknik
perancangan yang baik.
Prototyping bekerja paling baik pada penerapan-penerapan yang
berciri:
· Risiko tinggi
· Interaksi pemakai penting
· Jumlah pemakai banyak
· Penyelesaian yang cepat diperlukan
Mengidentifikasi
kebutuhan
pemakai
Mengembangkan
prototipe
Prototipe
dapat
diterima
Menggunakan
prototipe
· Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
· Sistem yang inovatif
· Perilaku pemakai yang sukar ditebak.
Rapid Application Development (RAD)
RAD adalah istilah yang dibuat oleh James Martin, seorang
konsultan komputer dan pengarang, untuk suatu siklus hidup
pengembangan yang dimaksudkan untuk menghasilkan sistem secara
cepat tanpa mengorbankan kualitas. RAD merupakan seperangkat
strategi, metodologi dan peralatan yang terintegrasi yang ada dalam
satu kerangka kerja menyeluruh yang disebut information
engineering. Information Engineering (EI), pendekatan menyeluruh
dalam pengembangan sistem, yang memperlakukannya sebagai
kegiatan seluruh perusahaan (lihat gambar).
Perencanaan
strategi
informasi
(ISP)
Analisis area
bisnis (BAA)
Rapid Application Dept.
(RAD)
Data Kegiatan
Unsur-unsur penting dari RAD : manajemen, manusia, metodologi, dan
peralatan. Siklus hidup RAD : (a) perencanaan kebutuhan, (b)
rancangan pemakai, (c) konstruksi, (d) cut over.
Pengawasan strategis atas fungsi
dan sasaran suatu perusahaan.
Proses-proses yang diperlukan
untuk mengoperasikan perusahaan
dan saling keterkaitannya.
Rancangan prosedur untuk
aplikasi yang spesifik.
Pengawasan strategis atas informasi
yang diperlukan untuk menjalankan
perusahaan seefisien mungkin.
Model data
Rancangan catatan
yang digunakan
oleh prosedur yang
spesifik.

CASE
Computer Aided Software Engineering (CASE) merupakan kategori
S/W yang bertujuan mengalihkan sebagian beban kerja pengembangan
sistem dari manusia ke komputer. Ada 4 kategori :
· Peralatan CASE tingkat atas : dapat digunakan oleh eksekutif
perusahaan dalam perancangan strategis; contoh : IEW/Planning Work
Station dari Knowledge Ware dan Develop-Mate dari IBM.
· Peralatan CASE tingkat menengah dapat digunakan selama tahap
analisis dan rancangan untuk mendokumentasikan proses dan data
dari sistem yang telah ada atau baru. Contoh: Visible Analyst dari
Visible System dan Excelator dari Index Technology.
· Peralatan CASE tingkat bawah digunakan selama tahap penerapan
dan penggunaan untuk membantu programmer, mengembangkan,
menguji, dan menjaga kode. Contoh yang popular Telon dari Pansophic
Systems yang menghasilkan COBOL atau kode PL/I.
· Peralatan CASE integrasi menawarkan cakupan integrasi dari
peralatan CASE tingkat atas, menengah, dan bawah. Contoh: Design-1,
dari Anderson Consulting dan In CASE dari EOS.


Daftar Pustaska
http://www.smecda.com/e-book/SIM/Simbab8.pdf
http://komputeron.livejournal.com/1693.html